Jember (beritajatim.com) – Susilo Bambang Yudhoyono berpandangan TNI, Polri, dan badan intelijen harus netral dalam pemilu. Dia mengaku tidak pernah mengintervensi aparat untuk membantu pemenangan sebagai petahana dalam pemilihan presiden pada 2009.
“Saya berbicara kepada para jenderal, laksamana, marsekal TNI-Polri, intelijen. Saya bilang begini: Anda TNI-Polri dan intelijen harus netral. Meskipun saya nyapres lagi, itu bukan urusan kalian. Itu urusan saya dengan rakyat,” katanya, saat berkunjung ke adepokan City Forest milik pengusaha Arum Sabil, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (28/1/2024).
Mendengar itu, menurut SBY, aparat TNI-Polri dan badan intelijen bersyukur karena tidak punya beban. “Bayangkan kalau misalkan saya perintahkan ‘menangkan saya, menangkan Demokrat’, mereka punya beban. Jangan ikut-ikutan berpolitik. Yang penting pastikan pemilu ini aman, lancar, damai, adil, dan jujur,” katanya.
“(Berdasarkan) undang-undang, TNI dan Polri harus netral dalam pemilu. Tidak boleh berpihak dan memenangkan capres-capres tertentu, caleg-caleg tertentu, partai politik-partai politik tertentu. Tidak boleh, karena melanggar undang-undang,” kata SBY.
Tugas TNI dan Polri, menurut SBY, adalah mengamankan pemilu agar damai. “Jangan ikut-ikutan memenangkan caleg tertentu, capres tertentu, atau pun partai-partai politik tertentu,” kata SBY.
“Pandangan saya tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Saya ingin menjadi orang yang konsisten. Wakru memegang kekuasaan seperti itu. Sekarang waktu tidak memegang kekuasaan juga seperti itu. Konsistensi itu harganya mahal,” kata SBY.
SBY berkunjung ke Jember setelah melakukan rapat umum di Lumajang Jumat kemarin. Rencananya dia akan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi untuk menghadiri kampanye rapat umum di sana, Senin (29/1/2024). [wir]






