Pasuruan (beritajatim.com) – Sebagai antisipasi banjir bandang susulan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan segera mendatangkan alat berat. Peralatan ini nantinya akan digunakan untuk mengurai sendimen atau barang yang menyumbat di jembatan Desa Prodo.
Upaya tersebut dilakukan menyusul banjir bandang menerjang kawasan Winongan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (27/1/2024) malam. Akibatnya, sebuah jembatan yang ada di Kecamatan Winongan bergeser sejauh 1 meter.
Menurut Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, alat berat akan didatangkan melalui Provinsi Jawa Timur dengan dibantu Pemkab Pasuruan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi datangnya banjir susulan di wilayah perbukitan Kecamatan Lumbang.
“Alatberat tersebut sangat penting. Karena digunakan untuk mengurai sendimen dan barang-barang yang menyumbat di jembatan Prodo, Kecamatan Winongan. Akibat aliran tersumbat, air yang dibarengi dengan lumpur ini meluber hingga rumah-rumah warga,” kata Sugeng, Minggu (28/1/2024).
Sugeng juga mengatakan, untuk saat ini data yang diperoleh hanyalah ada satu jembatan yang mengalami kerusakan. Jembatan ini hingga bergeser sekitar satu meter dari posisi semula.
Sedangkan untuk rumah warga tak ada yang mengalami kerusakan. Namun demikian, banyak lumpur yang masuk ke dalam rumah. Akibatnya, warga harus bergotong-royong untuk membersihkan lumpur yang menyerbu kawasan permukiman itu.
Diketahui sebelumnya, ada tiga dusun di Kecamatan Winongan yang terdampak akibat banjir bandang. Ketiga dusun tersebut yakni Dusun Jetis 397 jiwa, Dusun Margoutomo 173 jiwa, dan Dusun Gendol 250 jiwa. Sehingga ada total 820 jiwa yang terdampak akibat banjir bandang.
“Untuk sementara wilayah yang terdampak masih di Kecamatan Winongan. Namun, kemarin saya dapat kabar ada kerusakan di Kecamatan Lumbang. Informasi detailnya belum kami terima. Kami masih koordinasi,” tutupnya. [ada/suf]






