Sidoarjo (beritajatim.com) – Terminal Bungurasih, atau yang lebih dikenal dengan nama Terminal Purabaya, merupakan terminal bus terbesar di Jawa Timur. Terminal ini terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Terminal ini melayani berbagai macam moda transportasi, mulai dari bus antarkota antarprovinsi (AKAP), bus antarkota dalam provinsi (AKDP), bus pariwisata, hingga bus angkutan kota (angkot).
Terminal Bungurasih dibangun pada tahun 1980-an dan mulai beroperasi pada tahun 1984. Terminal ini dibangun untuk menggantikan Terminal lama yang terletak di Jalan Diponegoro, Surabaya.
Terminal Bungurasih memiliki luas lahan sekitar 10 hektare dan memiliki kapasitas hingga 10.000 penumpang per hari. Terminal ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti loket penjualan tiket, ruang tunggu, toilet, mushola, dan kantin.
Terminal Bungurasih melayani berbagai rute bus AKAP, seperti ke Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, dan berbagai kota lainnya di Indonesia. Terminal ini juga melayani berbagai rute bus AKDP, seperti ke Surabaya, Malang, Mojokerto, Kediri, dan berbagai kota lainnya di Jawa Timur.
Terminal Bungurasih merupakan salah satu terminal bus tersibuk di Indonesia. Setiap harinya, terminal ini melayani ribuan penumpang yang hendak bepergian ke berbagai kota di Indonesia. Terminal ini juga menjadi salah satu pusat perekonomian di Kabupaten Sidoarjo.
Pemkot Surabaya Bangun Ruang Tunggu Hindari Calo
Pemkot Surabaya membangun lantai dua terminal Purabaya ini merupakan ruang tunggu bagi penumpang bus yang ada di Terminal Purabaya pada April 2027 telah diresmikan penggunaanya.
Berbeda dengan ruang tunggu sebelumnya, di lantai dua ini berkapasitas lebih besar dan terdapat sejumlah fasilitas baru yang bisa digunakan. Antara lain yaitu eskalator dan koridor yang mengarahkan penumpang langsung ke bus sesuai dengan tujuan penumpang.
Dengan adanya koridor ini dapat mengurangi resiko penumpang bertemu dengan calo, dimana selama ini sering dikeluhkan oleh calon penumpang. Apalagi calo terkadang memaksa dan menarik-narik penumpang agar masuk ke bus nya.
Petugas Terminal Purabaya sudah melakukan sosialisasi kepada calon penumpang dengan menempatkan sejumlah papan petunjuk yang menginformasikan agar calon penumpang naik ke lantai dua. Di lantai dua calon penumpang akan langsung terhubung dengan shelter keberangkatan.
Untuk memudahkan calon penumpang membawa barang bawaan, Terminal Purabaya juga dilengkapi dengan adanya troli. Tersedia juga jalur khusus untuk penyandang disabilitas. Dengan demikian Terminal Purabaya sudah beroperasi layaknya Bandara. Ini diharapkan bisa membuat calon penumpang makin nyaman dan merubah stigma bahwa Terminal itu kumuh.
Pengembangan Terminal Bungurasih
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana untuk melakukan pengembangan Terminal Bungurasih. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan layanan terminal.
Salah satu rencana pengembangan Terminal Bungurasih adalah dengan memperluas lahan terminal menjadi 20 hektare. Selain itu, terminal juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas baru, seperti ruang tunggu yang lebih luas, toilet yang lebih bersih, dan pusat perbelanjaan.
Pengembangan Terminal Bungurasih diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang yang hendak bepergian melalui terminal ini. (ted)






