Sumenep (beritajatim.com) – Proses evakuasi 12 anak buah kapal (ABK) Putra Sumber Mas Lamongan yang ditemukan selamat di perairan Selat Bali utara Pulau Lombok, terkendala cuaca buruk.
“Berdasarkan informasi Kepala Pos Basarnas Kalianget, ABK Putra Sumber Mas itu sedianya akan dievakuasi dari kapal tugh boat Kharisma ke KN SAR Permadi. Namun proses evakuasi gagal karena dihadang cuaca buruk,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Kamis (25/01/2024).
Ia menambahkan, karena evakuasi tidak bisa dilakukan, maka diputuskan untuk langsung membawa 12 ABK Putra Sumber Mas dengan kapal tugh boat ke Pelabuhan Gresik.
“Sedangkan untuk 3 ABK yang belum ditemukan itu masih dalam proses pencarian, menunggu cuaca mereda,” terang Widiarti.
Kapal Putra Sumber Mas dengan 15 ABK berangkat dari Pelabuhan Brondong, Kabupaten Lamongan untuk mencari ikan di Perairan Sumenep. Setelah melaut selama 14 hari, kapal berniat kembali ke Lamongan.
Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin karena kemasukan air laut. Peristiwa matinya mesin kapal itu sempat dilaporkan ABK ke petugas Syahbandar. Namun setelah itu hilang kontak.
Tim SAR pun melakukan pencarian atas hilangnya Kapal Putra Sumber Mas. Kapal diperkirakan hilang kontak di sekitar Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Saat hari kelima pencarian, Basarnas Kansar Surabaya mendapatkan informasi dari nakhoda tug boat Kharisma Bahari 168, di perairan Selat Bali, utara Pulau Lombok melihat ABK Kapal Putra Sumber Mas terapung menggunakan rakit.
Jumlah ABK yang ditemukan dalam keadaan selamat sebanyak 12 orang. Sedangkan 3 orang lainnya masih dalam pencarian. Tiga ABK Kapal Putra Sumber Mas yang belum ditemukan hingga saat ini masing-masing bernama Zainal Abidin dan Agus Budi Santoso, keduanya warga Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, kemudian Slamet, warga Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Lamongan. (tem/ian)






