Pasuruan (beritajatim.com) – Permasalahan stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Pasuruan terus menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya pada tahun 2024 ini kasus stunting di Kabupaten Pasuruan masih tinggi.
Guna mengantisipasi angka stunting yang setiap tahunnya naik, tim Relawan Jatim Beragam melakukan sosialisasi kepada emak-emak di Pasuruan. Sosialisasi ini dilakukan guna mengantisipasi naiknya angka stunting yang ada.
“Ini merupakan upaya kami untuk membantu pemerintahan yang juga menjadi program strategis atau unggulan Ganjar Mahfud. Ada 65 ibu-ibu yang ikut dalam sosialisasi ini,” kata Syaifudin koordinator sosialisasi stunting, Kamis (25/1/2024).
Syaif sapaan akrabnya juga mengatakan kegiatan ini dilakukan di Desa Sukodermo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh koordinator pencegahan stunting, yakni Wanifa.
Dalam sosialisasinya, Wanifa mengatakan bahwa edukasi terhadap orang tua menjadi ujung tombak pemberantasan stunting. Sehingga para ibu rumah tangga harus memahami pentingnya mendukung program penurunan stunting.
“Edukasi kepada orang tua menjadi penting karena ini menjadi ujung tombak dalam pemberantasan stunting, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Para orang tua juga harus memahami, mendukung dan melaksanakan program penurunan stunting di Indonesia,” tegasnya.
Penurunan stunting ini juga merupakan orientasi masa depan untuk menuju Indonesia emas pada tahun 2045 mendatang. Diharap dengan berjalannya program tersebut nantinya kualitas masyarakat Indonesia semakin menjngkat di masa mendatang. [ada/aje]






