Jakarta (beritajatim.com) – Laporan terbaru Jobstreet by SEEK menunjukkan bahwa pasar kerja Indonesia memiliki momentum yang positif memasuki tahun 2024. Sebanyak 97 persen perusahaan melakukan rekrutmen pada tahun 2023, meningkat 5 persen dibandingkan pada tahun 2022.
Peningkatan terbesar terlihat pada rekrutmen pegawai tetap paruh-waktu yang melonjak dari 7 persen pada tahun 2022 menjadi 52 persen. Peningkatan yang cukup tinggi juga terlihat pada pegawai purnawaktu baik pegawai tetap maupun pegawai kontrak.
“Banyak perusahaan melihat tahun 2024 sebagai periode yang tepat untuk merekrut, memberikan peluang baik bagi mereka yang sedang mencari tenaga profesional yang ahli,” kata Wisnu Dharmawan, Sales Director – Indonesia, Jobstreet by SEEK.
Pergeseran fokus rekrutmen juga terlihat pada tahun 2023. Admin dan HR merupakan fungsi pekerjaan yang terpopuler yang direkrut oleh 40 persen perusahaan, disusul oleh Akunting oleh 34 persen perusahaan; sedangkan Teknik naik ke posisi kelima dengan 20 persen perusahaan yang merekrut, melampaui Teknologi Informasi (15 persen) dibandingkan dengan tahun 2022.
Selain itu, kompensasi dan manfaat yang kompetitif menjadi faktor penting dalam keputusan perekrutan. Kenaikan gaji rata-rata pegawai naik menjadi 7,57 persen pada tahun 2023, melampaui angka tahun 2022 sebesar 7 persen dan melebihi inflasi nasional sebesar 5,51 persen.
Selain itu, 67 persen perusahaan memberikan promosi jabatan pada tahun 2023, angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2022 dengan angka 52 persen. Asuransi kesehatan, dukungan kesehatan mental, dan pemeriksaan kesehatan tetap menjadi landasan manfaat pegawai, baik yang saat ini ditawarkan maupun yang direncanakan kedepan oleh para perusahaan.
Cuti dan tunjangan juga menjadi faktor pertimbangan saat perekrutan. Opsi cuti khusus seperti cuti menikah dan cuti berduka mengalami peningkatan sebesar 5 persen pada tahun 2023. Perusahaan secara aktif mempertimbangkan untuk memperkenalkan opsi cuti baru seperti cuti merawat keluarga dan cuti studi/ujian.
Dengan adanya cuti lebih awal pada Hari Raya, makanan ringan/minuman di kantor, dan lokasi kerja yang fleksibel, maka manfaat work-life balance pun akan menjadi pertimbangan penting.
“Kerja jarak jauh akan menjadi bagian penting budaya perusahaan. Penyediaan laptop dan fasilitas rapat virtual menjadi bentuk dukungan perusahaan untuk kerja jarak jauh yang populer. Sementara itu, dukungan lain seperti tunjangan internet dan adanya staf SDM khusus untuk menangani pegawai jarak jauh akan menjadi tren di masa mendatang,” kata Wisnu.
Secara keseluruhan, laporan Jobstreet menunjukkan bahwa pasar kerja Indonesia memiliki momentum yang positif memasuki tahun 2024. Peningkatan momentum rekrutmen, stabilitas tenaga kerja yang lebih baik, dan praktik-praktik di tempat kerja yang terus berkembang merupakan tren yang akan terus berlanjut.
“Perusahaan yang ingin sukses di pasar kerja Indonesia harus memahami tren-tren ini dan menyesuaikan strategi rekrutmen dan kompensasi mereka,” kata Wisnu. [beq]






