Malang (beritajatim.com) – 50 pelaku UMKM memamerkan produknya saat puncak Perayaan Dies Natalis Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) ke-26. UMKM tersebut merupakan binaan dari FTP UB yang sudah tersertifikasi CPPOB.
Lauching 50 UMKM bersertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) binaan FTP ini berlangsung di Gedung Samantha Krida pada Kamis (25/1/2024). Secara bersamaan di tempat berbeda, FTP UB melaunching sejumlah fasilitas, yaitu Bio AI Center, CoE Biorefinery & Bioenergi, Corporate Laboratory, dan Unit Layanan Terpadu.
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan menjelaskan bahwa pendampingan terhadap 50 UMKM di kota Batu ini sejalah pengabdian masyarakat di FTP UB. Pendampingan Good Manufacturing Practices (GMP) terhadap 50 UMKM di kota Batu untuk mewujudkan ketahanan dan keamanan pangan di Indonesia.
“Tim GMP FTP UB telah menyusun modul GMP untuk menstandarkan proses produksi UMKM pangan sehingga bisa meraih sertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Jadi nanti ada sertifikatnya nanti akan kita berikan kepada para UMKM yang sudah terstandarisasi,” ungkap Prof Yusuf.
Ke depan pihaknya berharap agar mempunyai model rumah produksi pangan olahan yang berstandar GMP atau HACCP. Rumah produksi ini ditargetkan sebagai contoh bagi UMKM maupun untuk teaching factory.
“Jadi kalau FK atau FKG boleh punya rumah sakit, mudah-mudahan FTP bisa punya rumah produksi untuk berbagai macam jenis produk. Misalnya produk coklat, kopi, dan lain sebagainya untuk beberapa komoditi, khususnya komoditi yang penciri seperti produk tropis atau yang lainnya,” ungkap Dekan.
Menurut Guru Besar FTP UB ini, sertifikat CPPOB memberi keuntungan bagi UMKM karena masyarakat yang mengkonsumsi akan yakin bahwa produk tersebut aman. Sejauh ini FTP memang hanya mendampingi ada 50 UMKM di kota Batu. Namun, ke depan akan dikembangkan ke wilayah lain baik kota Malang, kabupaten Malang, maupun daerah lain di Jawa Timur.
“Pendampingan GMP ini juga membantu pelaku UMKM untuk memenuhi standarisasi BPOM. 50 UMKM yang kita dampingi alhamdulillah sudah bersertifikasi halal, di UB sendiri ada balal center. Semoga kedepan kita bisa menjadi perguruan tinggi barometer standarisasi pangan di Indonesia, ini kita mulai di FTP UB,” katanya.
Sementara itu, Rektor UB, Prof Widodo mengapresiasi FTP yang sudah mampu mendampingi 50 UMKM di kota Batu untuk seritifikasi CPPOB. Ia juga mengapresiasi FTP UB telah melaunching berbagai fasilitas baru. Menurutnya capaian UB merupakan agregat dari capaian fakultas, FTP menjadi salah satu yang punya banyak pencapaian.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi karena kita bermanfaat langsung terhadap masyarakat, khususnya pada UMKM. Produk yang kita makan dan beli di sini dipastikan aman, sehat, halal, thayyib, itu karena produknya sudah terstandar CPPOB dan beberapa ada yang terstandar BPOM,” terang Yusuf.

Salah satu pelaku UMKM dengan produk sambal pecel mengaku terbantu dengan pendampingan GMP dari FTP UB. Saat ini, produknya sudah mendapat sertifikat dari BPOM.
“Kita didampingi selama dua bulan, mulai dari proses dan lain sebagainya. Pendampingin itu juga mengarahkan untuk ke BPOM, alhamdulillah usaha kami sudah dapat sertifikat BPOM,” ujar pelaku UMKM saat ditemui di stand pameran.
Sebelum pendampingan, produk sambel pecel premium tidak bisa menembus pasar besar seperti Indomaret dan Alfamart. Setelah pendampingan kemudian mendapat sertifikasi CPPOB dan BPOM, produk tersebut bisa masuk ke berbagai supermarket.
“Pendampingan ini sangat baiklah buat kami, malah beberapa kali sempat ada tawaran untuk ekspor,” ungkap perempuan asal Bumiaji kota Batu ini. [dan/beq]






