Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 2.452 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk Pemilu 2024 dilantik oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang. Pelantikan dilakukan serentak disetiap kecamatan pada Senin (22/1/2024).
Pelantikan Pengawas TPS tersebar di 5 kecamatan antara lain, Gedung Malang Creative Center untuk Kecamatan Blimbing, Aula FIA Universitas Brawijaya untuk Lowokwaru, Kantor Kecamatan Klojen untuk Klojen, Islamic Center untuk (
Kedungkandang dan GOR Tirtasari untuk Sukun.
Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Malang, Muhammad Hanif Fahmi menuturkan bahwa pelantikan Pengawas TPS sesuai kebutuhan. Setelah dilantik diberi pembekalan atau orientasi tentang tugas dan fungsi utama hingga wewenang mereka sebagai pengawas TPS dalam Pemilu 2024.
“Total ada 2.452 Pengawas TPS yang kami lantik. Ini sesuai dengan kebutuhan TPS yang ada di Kota Malang. Setelah itu, nanti mereka juga akan menjalani bimtek terkait pungut hitung dan rekap. Baru nanti mulai bertugas,” ujar Hanif, Rabu, (24/1/2024).
Secara teknis ribuan Pengawas TPS akan bekerja mulai H-3 pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024 baik Pileg maupun Pilpres. Mereka harus mengawasi dan memastikan tidak ada kampanye atau money politik dalam masa tenang Pemilu 2024.
“Aktif sebagai Pengawas TPS sejak pelantikan pada 22 Januari 2024. Mereka dalam proses tanggapan atau masukan masyarakat terhadap netralitas. Ini untuk mengantisipasi adanya Pengawas TPS yang mendukung salah satu caleg atau peserta Pemilu 2024,” imbuh Hanif.
Jika diketahui Pengawas TPS ternyata pengurus partai atau punya ikatan keluarga dengan penyelenggara KPPS atau PPS maka pengawas TPS akan gugur atau dicopot sebelum bertugas pada H-3 Pemilu 2024. Sebagai gantinya mereka akan merekrut Pengawas TPS yang mengikuti seleksi sebelumnya.
“Karena kemarin jumlah pendaftar melebihi kebutuhan yakni 2.884 orang. Jadi jika ada yang gugur di proses tanggapan maka kami akan ambilkan dari yang pendaftar itu,” ujar Hanif. (luc/ian)






