Blitar (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengungkap penyebab banyaknya calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar tidak lolos istito’ah. Diabetes dan pikun menempati urutan pertama penyebab calon jemaah haji Blitar tak lolos.
Dari 31 data calon jemaah haji yang masuk ke Dinkes Kabupaten Blitar, mayoritas calon jemaah haji menderita diabetes dan pikun. Adapun rinciannya 17 orang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Blitar diketahui menderita diabetes.
Saat tes kesehatan diketahui kadar gula darah 17 CJH tersebut berada di atas 8. Sehingga mereka masuk dalam kategori penderita diabetes, dan belum bisa lolos dari istito’ah.
“Para calon jemaah haji yang angka gula darahnya (diabetesnya) di atas 8 kami minta untuk menurunkan terlebih dahulu gula darahnya dan akan kami tes lagi 1 bulan berikutnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, Selasa (23/1/2024).
Selain diabetes, penyakit yang mengganjal kelulusan istito’ah dari para jemaah haji adalah pikun. Banyaknya calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang berusia lanjut, membuat sebagian besar telah mengalami demensia atau pikun.
“Sementara ada pula yang sudah mengalami pikun, jumlahnya mencapai 11 orang calon jemaah haji,” tegasnya.
Calon jemaah haji yang pikun ini, juga tidak bisa lolos dari Istito’ah. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun masih akan menggelar rapat dengan Kementerian Agama Kabupaten Blitar terkait persoalan tersebut.
Selain itu, ada beberapa penyakit yang juga mengganjal calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar lolos istito’ah. Di antaranya adalah hipertensi dan jantung.
Diketahui sebanyak 4 calon jemaah haji terdeteksi memiliki penyakit hipertensi. Sementara 3 lainnya juga terdeteksi memiliki penyakit jantung. Mereka yang memiliki penyakit hipertensi dan jantung juga tidak lolos istito’ah.
“Kalau yang hipertensi ada 4 sementara yang penyakit jantung juga ada 3 orang,” tuturnya.
Sejauh ini data tes kesehatan yang masuk ke Dinkes Kabupaten Blitar masih sebanyak 31 calon jemaah haji. Menurut Dinkes belum semua data masuk ke aplikasi Siskohatkes.
Saat ini petugas puskesmas yang melakukan tes kesehatan kepada calon jemaah haji masih berusaha mengunggah hasil tes kesehatan calon jemaah haji ke aplikasi Siskohatkes.
“Memang belum semua ini terkendala server juga dan ini teman-teman yang dibawah masih berusaha,” pungkasnya. (owi/beq)






