Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua bocah yang sedang berenang di sungai dilaporkan tenggelam. Kejadian itu pada Sabtu (20/1/2024) sekitar pukul 14.00 WIB di Sungai Kerjo, Desa Nglumber Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.
Sebelum peristiwa itu terjadi, kedua korban bersama empat lainnya berenang di sungai. Kondisi air sungai yang deras membuat Charli (14) warga setempat tidak bisa menguasai arus dan tenggelam. Melihat hal itu, Putra (14) berusaha menyelamatkan. Namun, tidak disangka keduanya justru tenggelam.
Kapolsek Kepohbaru Polres Bojonegoro, Iptu Imam Tohari mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga bahwa adanya dua orang warga yang tenggelam pihaknya bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, pemerintah desa, serta masyarakat setempat melakukan proses pencarian.
Setelah dilakukan pencarian, sekitar pukul 16.00 WIB, korban atas nama Charli berhasil ditemukan. Jasad korban ditemukan sudah terbawa arus sejauh kurang lebih 100 meter dari lokasi awal tenggelam. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kepohbaru untuk diotopsi. Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan bekas tanda-tanda kekerasan. Selanjutnya jasad korban diserahkan pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sedangkan satu korban lain, atas nama Mohamad Ridho Saputra berhasil ditemukan keluarga korban sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu pihak keluarga bersama warga beramai-ramai melakukan penyisiran darat dan mengetahui tubuh korban tersangkut pada rumpun bambu.
“Korban ditemukan di turut Desa Woro, atau sejauh kurang lebih 2,5 km dari lokasi awal tenggelam. Tersangkut pada rumpun bambu yang tumbuh di sekitar sungai,” tambahnya.
Setelah ditemukan, Iptu Imam Tohari langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dari sungai bersama Tim SAR gabungan kemudian dibawa ke rumah duka. Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan pihak Puskesmas Kepohbaru tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban.
Mayat dengan ciri-ciri menggunakan celana kolor, tinggi 160 cm, dan kaos warna hitam ditemukan dengan luka goresan di lengan dan perut yang diduga tergores ranting. Sedangkan, mulut dan hidung mengeluarkan darah. “Jasad korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya. [lus/suf]






