Jember (beritajatim.com) – Persid, klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Jember, berhasil mengalahkan Mojoketrto Putra 2-0 (0-0), di Stadion R. Soedarsono, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dalam Babak 16 Besar Grup HH Liga 3 Jawa Timur, Kamis (18/1/2024). Ada tiga rahasia kemenangan Persid.
Dua gol dicetak ‘el capitano’ Iwan Sampurno melalui titik putih penalti pada menit 53 dan pemain sayap kiri Faisal Ramandani pada menit 64. Selain mencetak dua gol, clean sheet alias tak kebobolan, Persid juga bersih dari kartu kuning dan merah. Berkebalikan dengan pemain Mojokerto Putra yang diganjar empat kartu kuning oleh wasit Asenda Widha Adhyatama.
“Yang pasti kami bersyukur bisa menang. Tahu sendiri tim-tim di 16 Besar ini bagus. Alhamdulillah anak-anak kemarin bermain sesuai instruksi, dan bisa meraih poin. Mudah-mudahan berlanjut. Yang penting anak-anak tetap berfokus terhadap pertandingan,” kata Misnadi Amrizal, pelatih Persid Jember, Jumat (19/1/2023).
Rahasia pertama kemenangan Persid adalah kesabaran. Serangan-serangan Persid yang dimotori Ghifari Vaiz Aditya selalu gagal menembus gawang Mojokerto Putra yang dijaga Waridianto Ilham Bentara. “Untungnya anak-anak bermain sabar. Secara kualitas, anak-anak tinggal menunggu waktu untuk mencetak gol. Seharusnya kami bisa mencetak lebih dari dua gol,” kata Misnadi.
Rahasia kedua adalah kebersamaan tim. “Sejak awal tidak ada bintang di tim ini. Progresi anak-anak di setiap pertandingan ada. Kekompakan ada,” kata Achmad Jainuri, asisten pelatih Persid.
Jainuri mengakui Mojokerto Putra cukup bagus. “Kami sama-sama bermain bagus. Namun kami lebih beruntung. Pemain-pemain sayap kami punya kecepatan,” katanya.
Pergantian pemain yang tepat menjadi rahasia ketiga kemenangan Persid. Pemain sayap kiri Faisal Ramandani diturunkan pada babak kedua menggantikan pemain sayap kanan Muhammad Samsul Arifin. Pergantian pemain ini tak diantisipasi Mojokerti Putra.
“Saat sayap kanan habis, Faisal pasti masuk,” kata Jainuri. Mojokerto Putra terlihat terkejut dengan masuknya Faisal. Kecepatan pemain berusia 18 tahun itu berhasil membuat kalang kabut pertahanan mereka.
Jainuri bersyukur wasit cukup bagus dalam memimpin pertandingan. “Dia fair tidak berat sebelah,” katanya. [wir]






