Surabaya (beritajatim.com) – Polisi kembali menangkap 1 pelaku pengeroyokan di Jalan Tunjungan Surabaya pada Minggu (14/01/2024) kemarin. Total, polisi sudah menangkap 2 orang berinisial MGP dan AN. Keduanya sama-sama warga Sidoarjo.
“Alhamdulillah peristiwa pengeroyokan di ruas Jalan Tunjungan. Kini berhasil diamankan 4 orang. Sementara 2 orang sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono, Jumat (19/01/2024).
MGP ditangkap lantaran ikut memukuli korban dengan tas ransel. Sedangkan AN diketahui memukul korbannya dengan palu yang ia bawa. Sementara masing-masing pengemudi sepeda motor yang membonceng dua tersangka masih berstatus sebagai saksi.
“Saat ini tim kami masih terus memburu, siapa yang ikut serta ada dalam rombongan konvoi tersebut. Siapapun yang ikut serta akan terus kami buru. Setuntas tuntasnya,” tegas Hendro.
Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap tersangka lainnya. Hendro memastikan kasus ini akan ditangani dengan serius sebagai peringatan bagi siapapun yang berbuat onar di Surabaya.
Sebelumnya, Pengeroyokan pesilat di Jalan Tunjungan dipicu oleh beda kostum perguruan. 2 korban yang sedang nongkrong di Jalan Tunjungan pada Minggu, (14/01/2024) dini hari itu memakai kostum perguruan silat yang berbeda dengan kelompok pelaku.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan kalau dua korban itu apes karena kebetulan nongkrong dengan mengenakan kaos pesilat juga. Saat itu kelompok pengeroyok diidentifikasi sebagai massa dari pesilat IKSPI yang sedang konvoi merayakan ulang tahun organisasi ke 44.
“Jadi masa konvoi ini melakukan secara acak. Kebetulan di Jalan Tunjungan lihat ada orang pakai kaos perguruan lain sehingga terjadi pengeroyokan itu,” kata Hendro, Selasa (16/01/2024). (ang/ted)






