Mojokerto (beritajatim.com) – Korban dari oknum guru ngaji cabul di Mojokerto, Abdul Rokim (69) ada empat anak dibawah umur. Untuk melancarkan aksinya, terduga pelaku warga salah satu desa di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto mengiming-iming uang Rp50 ribu.
Sumber beritajatim.com menyebutkan, ada empat anak dibawah umur yang menjadi korban terduga pelaku yang merupakan takmir masjid di desa tersebut. Masing-masing yakni NI (17), OAC (16), APS (15) dan NAR (14). Kesempatan masih satu desa dengan terduga pelaku.
“Ada yang murid ngajinya (terduga pelaku), ada yang tetangga. Semua masih satu desa dengan pelaku. Iya guru ngaji (terduga pelaku). Di rumah masing-masing korban (lokasi aksi pencabulan), diiming-iming uang Rp50 ribu,” ungkap sumber beritajatim.com, Kamis (18/1/2024).
Modus yang dilakukan terduga pelaku dengan iming-iming uang senilai Rp50 ribu. Dengan iming-iming uang senilai Rp50 ribu tersebut terduga pelaku melakukan aksi pencabulan. Aksi pencabulan tersebut mulai diketahui warga sejak, Sabtu (13/1/2024) pekan lalu, namun terduga pelaku tak mengakui perbuatannya.
“Diketahui warga sejak Sabtu kemarin tapi nggak mau ngaku, baru ini tadi mengaku kemudian sama warga dibawah ke rumah Pak Kepala Dusun. Awalnya ya satu korban yang menceritakan ke kakaknya tapi setelah terbongkar ternyata ada empat korban yang mengaku jadi korbannya,” katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mojoanyar, Aipda Listiono membenarkan terkait diamankannya oknum guru ngaji tersebut. “Iya benar. Kasus ini dalam penangganan pihak Polres Mojokerto, untuk lebih lengkapnya silahkan ke Polres” tegasnya.
Diduga melakukan aksi pencabulan, seorang oknum guru ngaji di Mojokerto diamankan ke Polres Mojokerto, Kamis (18/1/2024). Terduga pelaku yakni Abdul Rokim (69) warga salah satu desa di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. [tin/aje]






