Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) terus berupaya untuk mempercepat penambahan profesor. Terbaru pada Rabu (17/1/2024) UB kembali mengukuhkan empat profesor baru masing-masing satu profesor dari empat fakultas berbeda. Total UB memiliki sebanyak 209 profesor aktif.
Prof. Dra. Hermin Sulistyarti, Ph.D., dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Fmipa) ke-27. Ia menyampaikan pidato pengukuhan tentang teknik uPAD-Smartphone sebagai metode deteksi kimia yang cepat, mudah dan akurat.
“Harapannya, melalui teknik uPAD-smartphone kedepan diharapkan dapat berfungsi sebagai smart analyzer yang mampu menggantikan instrumentasi analisis yang rumit dan mahal untuk diagnostik baik untuk bidang kesehatan maupun lingkungan,” Profesor aktif ke 207 di UB dan menjadi Profesor ke 367 dari seluruh Profesor yang dihasilkan oleh UB.
Prof. Dr. ir. Susinggih Wijana, S.U., menyampaikan tentang teknologi reprocessing untuk memperkuat hilirisasi produk olahan gula aren. Ia menjadi profesor aktif ke 28 di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB dan profesor aktif ke 207 di UB.
“Harapannya, teknologi reprocessing ini dapat diterapkan di berbagai sentra produksi gula palma umumnya dan gula aren khususnya, sehingga mampu meningkatkan produksi gula aren nasional, dampak yang diharapkan adalah kontribusi gula aren Indonesia mampu mengurangi impor gula Indonesia,” kata Profesor ke 368 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan UB.

Prof.Dr. Tunggul Anshari Setia Negara, SH.,M.Hum menyampaikan pidato pengukuhan berjudul model prosedural yang demokratis sebagai alat ukur pada pengujian formal Di Mahkamah Konstitusi. Ia merupakan profesor bidang Ilmu Hukum Tata Negara.
Prof Tunggul menjadi Profesor aktif ke 10 di Fakultas Hukum (FH) dan Profesor aktif ke 208 di UB. Prof Tunggul menjadi Profesor ke 369 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya.
Dia menerangkan bahwa selama ini, pengujian formal terhadap undang-undang di Mahkamah Konstitusi cenderung hanya mengamati prosedur pembentukan, mulai dari persiapan hingga pengundangan.
Sementara itu, Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.COMM menyampaikan soal teliti model komunikasi Garuda.in untuk pemberdayaan partisipasi politik masyarakat. Garuda.in merupakan model komunikasi bermedia berbasis digital dalam komunikasi politik yang interaktif, partisipatif dan termoderasi dalam menjaga etika komunikasi ketimuran..
“Melalui GARUDA.IN, saya berharap dapat mengurangi komunikasi di ruang publik yang liar, tidak beradab dan tidak bertanggung jawab dalam merespon berbagai kebijakan pelaksanaan program pemerintah daerah,” katanya.
Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.COMM. sebagai Profesor aktif ke 3 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Profesor aktif ke 209 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 370 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya. [dan/aje]






