Jakarta (beritajatim.com) – Isu pemakzulan Presiden Joko Widodo atau Jokowi oleh sejumlah kelompok jadi kontroversi. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto turut buka suara.
Hasto meminta isu pemakzulan terhadap Jokowi ini bisa segera direspon agar tak menimbulkan gerakan yang lebih besar lagi.
“Sekiranya tak direspon akan muncul gerakan yang makin besar inilah yang dikhawatirkan oleh PDI Perjuangan,” kata Hasto di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Menurutnya, masih ada waktu meyakinkan rakyat bahwa aparatur negara bahkan pemimpinnya bisa membawa Pemilu 2024 ini tanpa intervensi dan intimidasi.
“Masih ada 26 hari ke depan untuk mengubah suatu policy setiap pemimpin satunya kata dan perbuatan, sehingga Pemilu dapat berjalan dengan baik dengan menempatkan kedaulatan berada di tangan rakyat tanpa intervensi kekuasaan tanpa intimidasi,” ujarnya.
Karena, Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini menilai, pentingnya Pemilu 2024 ini menjadi warisan dari Presiden Jokowi, di mana berjalan dengan adil dan penuh netralitas.
“Agar diharapkan Pemilu menjadi legacy bagi Presiden Jokowi meskipun persepsi yang muncul di kalangan rakyat sulit untuk mengharapkan adanya netralitas dari aparatur negara, karena kerancuan di dalam menjabarkan Mas Gibran sebagai calon wakil presiden dan juga sekaligus anak dari Presiden Jokowi,” tegas Hasto. [hen/beq]






