Surabaya (beritajatim.com) – Pengeroyokan pesilat di Jalan Tunjungan dipicu oleh beda kostum perguruan. 2 korban yang sedang nongkrong di Jalan Tunjungan pada Minggu, (14/01/2024) dini hari itu memakai kostum perguruan silat yang berbeda dengan kelompok pelaku.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan kalau dua korban itu apes karena kebetulan nongkrong dengan mengenakan kaos pesilat juga. Saat itu kelompok pengeroyok diidentifikasi sebagai massa dari pesilat IKSPI yang sedang konvoi merayakan ulang tahun organisasi ke 44.
“Jadi masa konvoi ini melakukan secara acak. Kebetulan di Jalan Tunjungan lihat ada orang pakai kaos perguruan lain sehingga terjadi pengeroyokan itu,” kata Hendro, Selasa (16/01/2024).
Saat ini, pihak kepolisian sudah menetapkan 1 tersangka dan 2 saksi aksi pengeroyokan di Jalan Tunjungan itu. Tersangka terbukti memukulkan palu yang dibawa untuk memukul kepala korban. Polisi pun mengungkap tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka. “1 tersangka itu berinisial AN warga Sidokare, Sidoarjo. Serta 2 berstatus saksi NA dan YAL,” imbuhnya.
Sampai saat ini, polisi masih mendalami bukti-bukti dari rekaman video dan CCTV di pusat lokasi kejadian untuk menangkap pelaku lain. Ia memastikan bahwa polisi akan bekerja maksimal untuk menangkap semua pelaku. “Saat ini masih kami lakukan pendalaman untuk menangkap tersangka lain,” pungkas Hendro.
Diketahui, Aksi pengeroyokan terjadi di kota Surabaya, Minggu (14/01/2024) malam. Aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan remaja itu dilakukan di Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Tunjungan. Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, total ada 4 orang yang menjadi korban dan menjalani perawatan oleh PMI Kota Surabaya.
Kapolsek Genteng, Kompol Bayu Halim membenarkan kejadian tersebut. Ia telah mengamankan 3 orang yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan. “Benar, kejadian Minggu malam sekitar pukul 23.20 WIB. Dua korban remaja sedang menerima perawatan medis,” kata Bayu Halim, Senin (15/01/2024). (ang/kun)






