Blitar (beritajatim.com) – Pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Blitar menggenjot perbaikan jalan di wilayah Blitar utamanya sisi selatan. Total ada 10. 808 meter ruas jalan yang dilakukan betonisasi oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Atas dasar hal ini benarkah suara rencana pemekaran wilayah di Blitar jadi meredup?
Di desa bahkan jalan sepanjang 40.871 meter juga telah diperbaiki dengan cara Hotmix. Sisanya ada 921,7 meter jalan di Bumi Penataran dilakukan perbaikan dengan cara Lapen.
Perbaikan jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar ini pun seolah menjawab tuntutan warga sisi selatan terkait perbaikan infrastruktur. Suara-suara pemekaran wilayah Blitar Selatan yang sebelumnya menyeruak ke publik pun kini redup dan seakan menghilang.
“Semoga dengan peningkatan kualitas jalan ini bisa memperlancar mobilitas, mempercepat akses dan meningkatkan perekonomian Kabupaten Blitar,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar, Selasa (16/01/24).
Sebelumnya pada awal tahun 2023 lalu, suara-suara pemekaran wilayah Blitar Selatan menyeruak ke publik. Masyarakat wilayah Blitar Selatan yang kecewa dengan pembangunan jalan dan infrastruktur menyuarakan ancaman pemekaran wilayah.
Bahkan beberapa tokoh yang menggagas hal itu sudah membuat organisasi yang diberi nama Gema Sapto Argo Lodoyo. Organisasi ini pun sudah mendapatkan legalitas hukum dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham RI.
Namun kini, suara dan pergerakan pemekaran wilayah Blitar Selatan tidak terdengar gaungnya. Entah karena faktor Pemilu atau perbaikan jalan yang dilakukan oleh Pemkab Blitar.
Yang jelas Pemkab Blitar terus berbenah, apa lagi sang Bupati, Rini Syarifah berniat maju kembali. Maka perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas umum lain pun terus digenjot demi meningkatkan kepuasan warga atas kinerja politisi PKB tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Blitar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembangunan jalan daerah dari tahun ke tahun,” tegas Rini.
Sebagai informasi, pergerakan pemekaran wilayah Blitar Selatan ini awalnya diinisiasi oleh sejumlah tokoh dari 7 kecamatan di Blitar Selatan. Isu pemekaran wilayah ini muncul lantaran warga tidak puas dengan kinerja Pemkab Blitar.
Salah satu tokoh menyuarakan pemisahan diri tersebut adalah M. Trijanto yang kini mencalonkan diri sebagai Caleg DPD RI. Tim beritajatim.com sempat bertanya ke Trijanto soal perkembangan pemekaran wilayah Blitar Selatan.
Namun Caleg DPD RI itu belum berkomentar soal perkembangan pemekaran Blitar Selatan. “Waalaikummusalam,” jawab Trijanto saat ditanya perkembangan proges pemekaran wilayah Blitar Selatan.
Jauh sebelum ini, M. Trijanto menegaskan bahwa upaya pemekaran wilayah Blitar Selatan terus berjalan meski Pemkab Blitar menggelontorkan dana 50 Miliar untuk perbaikan jalan.
Menurutnya ide pemekaran wilayah Blitar Selatan, bukan hanya muncul dari permasalahan jalan rusak. Namun ada banyak aspek yang membuat sejumlah tokoh Blitar Selatan mengusulkan untuk melakukan pemekaran wilayah Blitar Selatan.
“Ide pemekaran ini, tidak ada hubungannya dgn percepatan pembangunan infrastruktur saat ini. Ada banyak aspek yg melatar belakangi ide pemekaran ini. Aspek historis, Sumber Daya Alam, ekonomis, geografis dan lainnya,” kata Trijanto, Salah satu penggagas pemekaran Wilayah Blitar Selatan, Kamis (06/04/23) lalu.
Kini patut ditunggu, apakah upaya pemekaran wilayah Blitar Selatan ini bakal terealisasi, ataukah cuma jadi isu belaka yang tidak berujung. Namun yang terpenting sejumlah masyarakat Blitar Selatan kini sudah bisa menikmati kemudahan akses jalan.
Jalan-jalan rusak di Kabupaten Blitar pun terus berkurang. Seperti wilayah Binangun hingga Wates beberapa ruas jalan telah diperbaiki. Warga pun kini bisa menikmati akses jalan yang sebelumnya rusak.
“Paling cuma isu belaka, sekarang jalan sudah mulus suaranya (pemekaran Blitar Selatan) kemana,” kata Imron, warga Wates Kabupaten Blitar. [owi/aje]






