Malang (beritajatim.com) – Paguyuban sopir asal Desa Sonowangi dan Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang secara swadaya memperbaki jalan rusak di desa setempat. Dengan alokasi dana sekitar Rp10 juta, jalan sepanjang 20 meter saat ini sudah lumayan sempurna.
Hal itu dilakukan demi kelancaran roda perekonomian warga sekitar, juga untuk jalan menuju akses pendidikan. Akibat rusaknya jalan, banyak wali murid terjatuh dari sepeda motor saat mengantar putra-putrinya ke sekolah.
Kepala Desa Sonowangi, Yadiono menjelaskan, untuk kerusakan jalan menuju Desa Lebakharjo saat ini mencapai sekitar 6 Kilometer.
“Dengan kondisi jalan rusak parah saat ini, sehingga paguyuban sopir punya inisiatif memperbaikinya. Meskipun masih bisa dilewati tetapi agak berbahaya, sehingga dilakukan perbaikan secara swadaya,” ucap Yadiono, Senin (15/1/2024).
Menurut Yadiono, agar pembangunan jalan sepanjang 6 kilometer tersebut segera terealisasi, pihaknya selalu berkomunikasi dengan dinas terkait.
Selain itu, Yadiono juga sudah mengajukan usulan ke Pemkab Malang terkait pemadatan bahu jalan dan perawatan jalan.
“Yang jelas karena terpaut dengan anggaran, sehingga pembangunan jalan di Desa Sonowangi hingga saat ini masih belum terealisasi. Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Malang mengingat dan menimbang untuk segera terealisasi pembangunan jalan di Desa Sonowangi,” kata Yadiono berharap.
Sementara itu, Kepala Dusun Sonowangi Suwono berharap, karena ini merupakan jalan poros Kabupaten Malang, harusnya segera dilakukan perbaikan. Apalagi, tambah Suwono, jalan desa tersebut untuk mobilisasi warga Desa Sonowangi dalam mengangkut hasil pertanian termasuk akses jalan menuju sekolah.
“Karena bagi warga Lebakharjo yang hendak menuju Ampelgading, daripada harus muter lewat Pucung Sari, mereka pilih lewat Sonowangi. Selain lebih dekat, misalkan pembangunan jalan nanti terealisasi juga akan lebih enak. Bahkan ada warga Sonowangi ketika hendak ke Lebakharjo memaksa lewat Tumpak Bundu justru terjadi kecelakaan,” beber Suwono.
Suwono menjelaskan, sebagai dampak kerusakan jalan di Sonowangi saat ini, selain pada akses menuju pendidikan juga perekonomian. Tak hanya itu, akibat kerusakan jalan di Desa Sonowangi selama ini juga menghambat penjualan hasil pertanian warga.
“Kami berharap secepatnya ada perbaikan jalan, karena itu menyangkut roda perekonomian warga desa setiap hari,” pungkasnya. [yog/beq]






