Surabaya (beritajatim.com) – 2 Begal Surabaya berinisial BT (30) dan MH (28) yang ditangkap oleh Polsek Tandes ternyata mabuk dulu sebelum beraksi.
Mereka mabuk agar berani melakukan aksinya di jalan Satelit Utara, Darmo Satelit, Balongsari, Tandes, Jalan Lempung Lakarsantri, Mayjen Yono Suwoyo dan Dukuh Pakis.
Kapolsek Tandes Kompol Budi Waluyo mengatakan, mereka telah beraksi di 6 TKP di Surabaya. Dalam menjalankan aksinya mereka selalu membawa parang yang disembunyikan di balik bajunya. Aksi para begal Surabaya itu membuat mereka menjadi buruan di berbagai kantor Polsek di Surabaya.
“Mereka minum arak oplosan terlebih dahulu sebelum beraksi. Alasannya agar berani (membegal),” kata Budi, Senin (15/01/2024).
Selama melakukan aksi begalnya, kedua pelaku tidak pernah membacok korban secara langsung untuk mendapatkan sepeda motor sasarannya. Ketika aksi mereka berhasil, para pelaku menjual sepeda motornya langsung ke seorang penadah di Sampang, Madura.
“Dari pengakuan mereka, sepeda motornya dijual dengan harga Rp 4-5 juta tergantung dengan kondisi motor yang berhasil dirampas,” imbuh Budi.
Uang hasil kejahatan itu lantas dibagi 3 dengan satu pelaku yang masih kabur. Saat ini polisi masih memburu satu pelaku lainnya berinisial T. Saat penangkapan dua anggota begal itu, T tidak ada dilokasi.
Sementara itu dari informasi yang dihimpun, tersangka BT pernah ditahan perkara kasus pencabulan pada tahun 2010. Ia kembali ditahan polisi pada tahun 2018 karena kasus kepemilikan narkotika.
Diberitakan sebelumnya, Polisi memborgol komplotan begal Surabaya dengan modus menuduh korbannya mengganggu istri. Komplotan itu berinisial 2 orang berinisial BT (30) dan MH (28) warga Balongsari.
Kapolsek Tandes, Kompol Budi Waluyo mengatakan bahwa BT sebelumnya sudah pernah dipenjara pada tahun 2010 dan 2018. Mereka berdua nekat melakukan pembegalan karena kesusahan untuk mencari pekerjaan. “Mereka ini berteman sudah lama. Motifnya karena ekonomi,” ujar Budi, Sabtu (13/01/2024). (ang/ted)






