Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) meresmikan Cakraffee Lounge sebagai ruang tunggu santai ketika mengurus keperluan administratif. Lokasinya di gedung graha Graha Rektorat UM lantai 1 sebelah barat.
Direktur Badan Pengelola Usaha dan Dana Abadi Universitas Negeri Malang (BPUDA UM), menyampaikan menjelaskan cakraffee lounge disesuaikan dengan makna kehidupan usaha, khususnya usaha kopi yang banyak dinamika. Cakraffee resmi dibuka sejak hari Selasa kemarin.
“Dalam kurun waktu yang relatif pendek, cakraffee sudah memiliki omset dua juta rupiah. Ini sudah mulai buka dari kemarin dua hari sebelumnya dan selama satu hari buka,” ujar Dr. Agung saat grand opening, Jumat (12/1/2024) siang.
Operasional pengelola Cakraffe Lounge dinahkodai oleh seorang barista dan dibantu dengan mahasiswa yang berminat untuk bekerja paruh waktu. Agung menjelaskan bahwa pihaknya membuka rekrutmen anggota untuk menjadi tim barista dari kalangan mahasiswa.
“Nantinnya dipekerjakan secara paruh waktu dengan lama kontrak hanya tiga bulan, setelah itu kita menyerahkan kepada mahasiswa itu kembali apakah lanjut ingin bergabung kembali atau bergabung di tempat luar,” lanjut Agung.

Ke depan akan dibuka layanan delivery order khusus untuk lingkungan UM. Menu kopi yg disajikan adalah lokal Malang yakni Dampit dan Arjuna. Keduanya diolah sehingga memiliki taste tertentu.
“Dari jenis snack kami produksi dari dapur Bristo premium dan dari vendor yang lainnya. Jadwal operasionalnya mengikuti jadwal kerja kantor yaitu mulai dari 07.00 sampai 17.00,” katanya menutup.
Rektor UM, Prof. Dr. Haryono, M.Pd. menjelaskan bahwa peresmian Cakraffee Lounge merupakan salah satu bentuk usaha dari BPUDA UM. Di samping menghasilkan keuntungan secara institusi juga memberikan layanan kepada warga UM.
UM ingin menjadi kampus yang sehat dan mencerdaskan, kehadiran dekan dari vokasi dan kedokteran dalam pertemuan ini memberikan peluang besar agar dapat melibatkan mahasiswa. Hal itu upaya memberikan edukasi terkait dengan pola makan sehat, jenis minuman sehat, dan menginspirasi gaya hidup sehat.
“Teman-teman dari tata boga, dari ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu gizi bisa berdiskusi dengan mahasiswa kedokteran sehingga mampu menciptakan sebuah ide untuk bahan refleksi terkait dengan bagaimana supaya bisa menjadi orang yang sehat,” ucap Prof. Haryono. (dan/ian)






