Jombang (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo berziarah ke makam pendiri NU (Nahdlatul Ulama) di pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Jumat (12/1/2024). Di komplek tersebut, Ganjar berziarah di makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Banyak yang diingat oleh Ganjar tentang sosok Gus Dur. Termasuk obesinya untuk bisa bersalaman dengan presiden RI ke-4 tersebut. Ganjar masih ingat, pernah membuatkan mie instan untuk Gus Dur saat mantan Ketua Umum PBNU tersebut bertandang ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri.
Tentu saja, Ganjar juga sangat mengagumi semangat pluralisme yang selalu disuarakan oleh Gus Dur. Ganjar berkisah, sebelum peristiwa 27 Juli 1996, Gus Dur kerap bertandang ke rumah Megawati di Kebagusan Jakarta. Itu dilakukan mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.
Saat itu Ganjar sedang berada di dapur Sedang berbindang dengan Taufiq Kiemas. Sedangkan Megawati berbincang dengan GUs Dur di ruang kaca. “Saat itu Gus Dur minta mie instan dua. Itu kenangan yang saya ingat. Tapi saya belum pernah salaman. Alhamdulillah saya sekarang berkomunikasi baik dengan keluarga Gus Dur,” kata Ganjar.
Gus Dur juga selalu ingat pesan yang selalu digaungkan oleh Gus Dur bahwa di atas politik ada kemanusiaan. “Kalau melihat makam Gus Dur, ada hal menarik di nisan beliau. Ada bahasa Inggris, bahasa arab, bahasa China dan bahasa Indonesia. Karena itu yang selalu ingat adalah semangat pluralisme beliau. Tentang kebhinekaan,” lanjutnya.
Dalam ziarah tersebut, Ganjar didampaingi oleh pengasug pondok pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, kemudian cucu Hadratussyaikh Hasyim Asyari, KH Fahmi Amrullah, serta putri Gus Dur, Yenny Wahid.
Yenny membanenarkan bahwa keluarganya sangat dekat dengan Ganjar. Bahkan Ganjar adalah satu-satunya capres yang sowan ke Nyai Shinta Nuriyah. “Keakrabannya bukan soal politik. Tapi ada kesamaan visi. Sama-sama gemar mengayomi rakyat kecil. Mas Ganjar banyak mengayomi masyarakat pra-sejahtera. Itu salah satu semangat Gus Dur,” ujar Yenny Wahid. [suf]






