Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan 47 perusahaan di Kabupaten Lamongan dianugerahi penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada kegiatan apel peringatan dimulainya bulan K3 tahun 2024 Provinsi Jawa Timur, di halaman PT Ajinomoto Mojokerto.
Kabupaten Lamongan berhasil meraih empat kategori sekaligus, yakni kategori Pembina K3 terbaik di Jawa Timur yang diterima langsung oleh Bupati Lamongan, lalu kategori zero accident award (kecelakaan nihil) yang diterima 29 perusahaan.
Kategori sistem manajemen K3 (SMK3) yang diterima 4 perusahaan, dan kategori program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) yang diterima oleh 14 perusahaan.
Menurut Bupati Yuhronur, penghargaan K3 yang diterima enam belas tahun berturut-turut ini merupakan wujud komitmen Kabupaten Lamongan dalam membudayakan K3 dalam dunia kerja.
Pihaknya menegaskan, salah satu kunci penting dalam pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul adalah membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang baik.
“Penghargaan ini akan terus kita jadikan acuan penerapan budaya K3 dalam dunia kerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang memenuhi unsur kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja. Selain itu juga tentu akan menekan angka kecelakaan kerja,” tutur Bupati Yuhronur, Jumat (12/1/2024).
Selain itu, Yuhronur menjelaskan, maintenance sumber daya manusia harus dilakukan guna mengimbangi komitmen dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pasalnya, sumber daya manusia dalam dunia kerja menjadi investasi paling penting.
“Lamongan memiliki komitmen untuk menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing, namun kami juga berkomitmen untuk selalu melakukan maintenance terhadap seluruh SDM, karena dengan SDM yang unggul pasti akan mendukung sustainable pada lingkup dunia kerja,” tambahnya.
Dalam kesempatan sama, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa program K3 dipastikan akan menekan kerugian dan meningkatkan kualitas hidup serta indeks pembangunan manusia di wilayah masing-masing.
“K3 ini tentu selalu bertujuan membawa dampak positif selain untuk pekerja juga untuk perusahaan. Tidak hanya itu, program K3 tentu turut menyumbang pembangunan nasional maupun regional,” ungkapnya.
Selanjutnya Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas meningkatnya jumlah penggunaan Jamsostek Kanwil 3 Jatim. Pada tahun 2023, Jawa Timur menempati angka 5,07 juta, sedangkan pada tahun 2022 menempati angka 4,4 juta.
Sementara itu, Pengawas Tenaga Kerja Korwil Lamongan Silvi Indriani bahwa 47 perusahaan yang diajukan Lamongan berhasil mendapatkan penghargaan. Silvi menjelaskan bahwa dari seluruh kategori yang diraih menunjukkan bahwa Lamongan mampu membina perusahan dengan baik dalam penerapan budaya K3.
Penerapan budaya K3 tersebut meliputi nihilnya kecelakaan kerja, penerapan pencegahan HIV AIDS di tempat kerja, dan mampu melaksanakan 166 indikator dalam PP nomor 50 tahun 2012 dan telah diaudit oleh Badan Audit Kemnaker.
“Dari semua yang kami ajukan ada 47 perusahaan dari Lamongan. Seluruhnya sudah berhasil lolos dari penilaian administrasi yang dilakukan selama satu tahun di 2023 lalu. Mereka ialah RSUD Ngimbang, PT Inti Karya Jaya Perkasa, MPS Brondong, KUD Minatan, PT Sekar Golden Harvesta, dan lainnya,” terang Silvi.[riq/aje]






