Sidoarjo (beritajatim.com) – Bawaslu Sidoarjo menyimpulkan hasil penelusuran dan rapat pleno dalam menyikapi video dugaan pelanggaran kampanye di Balai Desa Tarik oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran. Video telah beredar di masyarakat.
Ketua Bawaslu Kab. Sidoarjo Aging Nugraha menyatakan bahwa pihak Bawaslu sudah melakukan penelusuran. Termasuk melibatkan Panwascam Tarik, mengarah dugaan ada pelanggaran.
“Kegiatan yang ada di Balai Desa Tarik Kec. Tarik Kamis (4/1/2024) yang lalu ada kegiatan yang melibatkan dalam permasalahan politik,” ucapnya, Rabu (10/1/2024).
Agung menambahkan, dalam penelusuran dan pendalaman dari video yang beredar, pihak desa yakni Kepala Desa Ifanul Ahmad Irfandi mengaku acara tersebut terkait pembagian Kartu Tarik Sehat.
Meski demikian, tambah dia, Bawaslu akan mendalami soal kebenaran dari pengakuan pembagian kartu tersebut. “Kita nanti akan lihat, benarkah ada pembagian kartu itu, wujud kartu, dibagikan kepada berapa warga dan lainnya.
“Nanti juga akan ditanyakan Kartu Tarik Sehat itu mencakup atau mengcover berapa warga, termasuk dianggarkan di APBDes tahun berapa dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Agung menegaskan, pihaknya kini fokus akan melakukan pemanggilan saksi-saksi dalam menyikapi kasus tersebut. Dari keterangan saksi, pastinya akan diketahui kebenaran acara apa di Balai Desa Tarik di hari tersebut.
Disinggung soal kebenaran acara tersebut ada kaitan dengan agenda politik, Agung hanya tersenyum. “Sabarlah, kita tunggu hasilnya nanti. Kami masih mengantongi video yang beredar di tangah masyarakat tersebut,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, Kamis (4/1/2024) di sebuah balai desa wilayah Kecamatan Tarik, ada kegiatan kampanye makan siang gratis bersama Paslon Nomor 2 Prabowo-Gibran.
Di lokasi, sepertinya ada aparat desa setempat ikut terlibat dalam kegiatan itu bersama salah satu pejabat juru kampanye dari unsur partai politik pengusung paslon yang kini aktif tercatat sebagai unsur pimpinan di DPRD Kab. Sidoarjo.
Massa di lokasi usai mendapatkan bingkisan makan siang, diajak meneriakkan yel-yel paslon dengan menunjukkan tangan posisi simbol dua jari. Usai jurkam mengucapkan Prabowo-Gibran, massa menjawab presiden, sampai dua kali teriakan dan jawaban. [isa/but]






