Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah pegiat lingkungan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korwil Madura, Korlap Sumenep melakukan penanaman bibit mangrove dan cemara udang, di spot pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Penanaman tersebut dilakukan sebagai rangkaian peringatan ‘Hari Menanam Sejuta Pohon’ pada Rabu (10/01/2024). Aksi peduli lingkungan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Lobuk, dengan melibatkan BPD, LPMD, Pokdarwis, TP PKK, mahasiswa KKN UTM, sejumlah dosen FEB UTM, Pokmaswas Reng Paseser, para siswa SDN Kebundadap Timur 1 dan perwakilan guru.
“Ini merupakan kegiatan rutin kami. Untuk gerakan menanam sejuta pohon di Pantai Matahari ini, kami menyiapkan 200 bibit mangrove dan 100 bibit cemara udang,” kata ketua FK3I Korlap Sumenep, Fadel Abu Aufa.

Menurutnya, gerakan menanam sejuta pohon berupa bibit mangrove dan cemara udang ini menjadi gerakan merawat lingkungan. Pihaknya berharap, gerakan ini menjadi kegiatan yang berkesinambungan di sejumlah desa, sebagai upaya mendorong konservasi dan menjaga lingkungan dari ancaman abrasi.
“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat secara ekologis, terutama agar tidak terjadi abrasi pantai,” jelasnya.
Kegiatan serupa juga dilakukan di Bangkalan dan Pamekasan. “Ini merupakan upaya kami dalam mendorong konservasi di wilayah Madura,” tandasnya.
Sementara Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh mengapresiasi kegiatan FK3I Madura sebagai upaya menjaga lingkungan terutama bibir pantai. Program konservasi ini juga merupakan program desa yang berkesinambungan dalam mewujudkan kepedulian pada lingkungan.
“Berikutnya kita akan fokuskan pada perawatan dan pengawasan agar bisa berdampak maksimal, sesuai dengan visi misi pemerintah desa,” ucapnya.
Sementara lokasi penanaman Mangrove yakni Pantai Matahari, dulunya merupakan muara sampah. Saat ini telah ‘disulap’ menjadi wisata spot mancing.
“Ini salah satu bukti nyata warga pesisir dalam menjaga lingkungan. Kami telah merubah tempat yang dulu hanya berisi sampah, saat ini menjadi spot wisata yang menarik,” ujarnya. [tem/but]






