Sumenep (beritajatim.com) – Angin puting beliung yang menerjang dua desa di Sumenep menyebabkan kerusakan 70 bangunan. Dari 70 bangunan itu, 61 berada di Desa Nambakor Kecamatan Saronggi, dan 9 lainnya berada di Desa Patean, Kecamatan Batuan.
“Yang terkena angin puting beliung bukan hanya rumah, tapi juga sekolah, yakni SD Nambakor 1 dan TK PGRI Kartini. Kedua bangunan ini rusak berat pada bagian atapnya. Selain itu, Balai Desa Nambakor juga terdampak angin puting beliung, tapi kerusakannya ringan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Edy Suprayitno, Rabu (10/01/2024).
Angin puting beliung terjadi di Sumenep pada Selasa (09/01/24) sore. Angin disertai hujan lebat tersebut juga merobohkan 11 tiang listrik melintang di akses jalan utama Sumenep – Pamekasan. Selain itu, sejumlah pohon di pinggir jalan juga tumbang.
Kejadian alam tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalan nasional tersebut. Karena itu arus lalu lintas pun sempat dialihkan, terutama untuk kendaraan roda empat. Jalur barat dialihkan melalui Jalan Raya Lenteng-Batuan, dan jalur timur melalui Jalan PUD Nambakor – Pinggir Papas.
“Kami dari BPBD melakukan pendataan dan verifikasi di lokasi bencana. Termasuk kami melakukan ‘asesmen’ atau analisa dan penghitungan penyebab serta dampak bencananya,” terang Edi.
Asesmen tersebut berkaitan dengan bantuan yang diberikan kepada warga yang terdampak bencana alam. “Hari ini kami mendistribusikan bantuan berupa paket sembako, kemudian selimut kepada pemilik rumah yang terdampak angin puting beliung kemarin,” ujarnya. (tem/ted)






