Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 2.844 orang telah mendaftarkan diri ke Bawaslu sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kota Malang sejak 2 hingga 8 Januari 2024. Angka ini menunjukkan bahwa peminat menjadi pengawas TPS di Kota Malang cukup tinggi.
Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang Muhammad Hanif Fahmi mengatakan bahwa kebutuhan Pengawas TPS Kota Malang hanya 2.452 orang. Namun saat ini jumlah pendaftar telah melebihi kuota kebutuhan Pengawas TPS. Dikatakan, kebutuhan Pengawas TPS Kota Malang mencapai 2.452 orang.
“Antusias pendaftar cukup tinggi, hingga akhir pendaftaran, sudah mencapai 2.844 orang. Artinya sudah melebihi kebutuhan. Jika nanti jumlah peserta yang lolos kurang dari kuota kebutuhan Pengawas TPS Kota Malang, maka kami juga akan melakukan rekrutmen tambahan lagi terutama untuk TPS yang masih kosong,” ujar Hanif, Selasa (9/1/2024).
Setelah menerima pendaftaran pengawas TPS. Bawaslu akan melakukan seleksi, mulai dari penelitian berkas atau seleksi administrasi. Hasilnya akan diumumkan pada, Rabu, (10/1/2024) besok.
Setelah itu dilanjutkan dengan seleksi wawancara hingga 17 Januari 2024 dan tahap masukan atau tanggapan masyarakat hingga 21 Januari 2024 mendatang.
“Kami harap semua proses seleksi berjalan lancar sampai hari pelantikan. Sehingga nanti para Pengawas TPS ini bisa segera melakukan bimbingan teknis tentang tugas tugas mereka,” ujar Hanif.
Dari 2.844 pendaftar itu, sebanyak 343 pendaftar berasal dari Kecamatan Klojen. Lalu ada 565 pendaftar dari Blimbing, 629 pendaftar dari Kedungkandang, 660 pendaftar dari Sukun dan 647 pendaftar dari Lowokwaru.
Sementara berdasarkan gender, sebanyak 1.604 pendaftar merupakan laki laki dan 1.240 pendaftar adalah perempuan. (luc/ian)






