Ngawi (beritajatim.com) – Sebanyak 250 orang warga Ngawi turut serta dalam melipat surat suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat pada Senin (8/1/2024). Salah satunya adalah Siti Syarifatu Nasfa (18) warga Desa/Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Surabaya itu turut serta dalam pelipatan surat suara untuk mengisi waktu libur semester. Dia mengetahui jika KPU membutuhkan tenaga pelipat surat suara ini dari kerabat. Kemudian, dia lantas mendaftar. ‘’Daripada di rumah gak ada kegiatan yang positif, saya akhirnya ikut. Sekalian belajar juga soal pemilu,’’ kata gadis yang akrab disapa Fafa itu.
Tak hanya Fafa, ada belasan mahasiswa lainnya yang turut serta. Selebihnya, adalah ibu rumah tangga dan unsur masyarakat lainnya. Ketua KPU Ngawi Prima Aequina Sulistyanti mengatakan, pihaknya melibatkan masyarakat yang berada di dekat Gudang KPU di Gudang Beras Bulog Keniten Ngawi.
‘’Kami melibatkan total 250 orang yang terbagi di 25 kelompok. Untuk melipat surat suara DPD sejumlah 716.750 lembar. Kami targetkan bisa selesai dalam tiga hari. Upah per lembar untuk surat suara DPD yakni Rp211. UNtuk surat suara presiden dan wapres Rp165 dan untuk surat suara DPRD dan DPR RI total Rp250 per lembar,’’ kata Prima.
Jika dihitung, rata-rata per orang mendapatkan Rp600.000 untuk upah melipat surat suara DPD saja. Prima mengatakan, pihaknya masih akan mengevaluasi capaian yang didapat oleh masing-masing kelompok. ‘’Kami akan lihat dulu capaian kelompok. Tentunya pelipatan surat suara ini harus sesuai dengan targetnya,’’ katanya. [fiq/kun]






