Surabaya (beritajatim.com)– Guldbalkir Pusziad Buduran menjadi tempat penyimpanan kendaraan bermotor (ranmor) curian. Diduga salah satu pelaku sindikat merupakan anggota TNI Angkatan Darat (AD).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/ Brawijaya Kolonel Infantri Rendra Dwi Ardanin membenarkan bahwa pihak Polda Metro Jaya dan Pomdam V/BRW telah melakukan penyelidikan dan pengecekan di Gudbalkir Pusziad Buduran, Sidoarjo. Hasilnya, petugas gabungan polisi dan TNI menemukan 49 unit mobil dan 215 unit sepeda motor yang disimpan di dalam gudang milik TNI AD itu.
“Pomdam V/Brawijaya bersama Polda Jatim dan Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor,” kata Rendra saat dihubungi wartawan via sambungan telepon.
Kendaraan yang Disimpan Dikirim ke Timor Leste
Dari pemeriksaan sementara petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Pomdam V/BRW kendaraan yang disimpan di gudang Gudbalkir Pusziad Buduran itu akan dikirimkan ke Timor Leste. Ia mengungkap saat ini untuk terduga pelaku yang berasal dari masyarakat sipil berinisial EI telah ditangani petugas kepolisian.
“Diduga dilakukan oleh saudara EI (sipil) dan melibatkan Kopda AS, oknum anggota TNI AD di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), pada hari Kamis (4/1/2024),” jelasnya.
Rendra mengungkapkan, saat ini Pomdam V/Brawijaya tengah melakukan proses penyidikan, terhadap anggota TNI AD yang diduga terlibat tindak pidana penggelapan tersebut. Nantinya kalau oknum TNI AD yang saat ini masih diperiksa memang terlibat, pihaknya akan memproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Hasil penyidikan akan diumumkan secara transparan kepada publik. Jika anggota TNI AD tersebut terlibat dan terbukti bersalah melakukan tindak pidana akan diproses hukum sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,” tutupnya. [ang/aje]






