Jember (beritajatim.com) – Debat calon presiden dan calon wakil presiden putaran ketiga, Minggu (7/1/2024) malam, mengambil tema tentang pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik. Di atas kertas, calon presiden Prabowo Subianto akan unggul.
“Banyak kalangan bilang tema debat ini adalah ‘Prabowo banget’, karena kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan. Sementara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo dinilai secara umum tidak punya pengalaman tata kelola pertahanan dan keamanan,” kata Muhammad Iqbal, dosen komunikasi politik Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Iqbal memandang, penilaian macam itu sah-sah saja. “Namun kalau kita cermati, ada sub tema hubungan internasional dan geopolitik yang tentu juga sangat strategism sehingga menjadi satu kesatuan tematik yang integral,” katanya.
Maka, jika dilihat pada aspek hubungan internasional dan geopolitik, Anies punya kapasitas dan prestasi level internasional saat menjadi gubernur DKI Jakarta pada 2017 – 2022. “Anies terbukti mampu membawa Jakarta dan Indonesia menjadi aktor penting diplomasi ekonomi dan geopolitik strategis di regional maupun global,” kata Iqbal.
“Kita tahu kemampuan Anies ketika dalam waktu dua menit mampu meyakinkan PBB dan puluhan pemimpin dunia untuk menerima proposal kolaboratif dengan terobosan yang inovatif dalam mengatasi ancaman nyata krisis iklim,” kata Iqbal.
Anies juga dinilai punya kemampuan diplomasi yang baik dalam banyak forum dunia, baik secara bilateral, trilateral, dan multilateral. “Ini bakal jadi alat uji dan efek kejut bagi Prabowo dan Ganjar dalam debat malam ini,” kata Iqbal.
Apalagi, Anies memiliki kemampuan berdebat yang bagus sebagaimana terlihat pada debat putaran pertama. “Julukan ‘Raja Debat’ yang melekat pada diri Anies bisa jadi akan membuat pengalaman dan argumen Prabowo ‘terdesak’,” kata Iqbal.
Bagaimana dengan Ganjar? “Terkait konteks internasional dan geopolitik, memang hanya Ganjar yang tergolong masih minim prestasinya,” kata Iqbal.
Namun, kemampuan Ganjar berdebat tak bisa diremehkan. Iqbal menyebut Ganjar punya kemampuan teknik ‘story telling’ atau bercerita dalam debat. Teknik ini bisa mendekatkan publik dengan konteks persoalan yang membumi jika digunakan dengan benar dan tepat.
“Prediksi awal saya: Prabowo boleh saja paling jago’ soal defense dan security, Anies dan Ganjar mungkin dianggap ‘under-reach’ soal tema itu. Tapi, debat ketiga ini juga membahas soal hubungan internasional dan geopolitik. Khusus subtema ini, saya kira Anies akan lebih bernas dan cadas untuk beradu argumen dengan Prabowo maupun Ganjar,” kata Iqbal.
“Sementara Ganjar, dengan gaya tuturnya yang khas story teller bisa juga akan ‘sat-set’ mematahkan argumen Prabowo. Bisa jadi baik Anies dan Ganjar yang akan tampil tanpa beban bisa malah membuat argumen Prabowo terdesak hingga minim tampilkan ‘kegemoyannya; dan keluar ekspresi ketegangan lantaran daya argumen Anies dan gaya narasi Ganjar,” kata Iqbal.
Iqbal menegaskan, keseruan debat kali ini memang sangat ditunggu seluruh mata dan nalar warga Indonesia dan dunia. “Tak pelak, debat putaran ketiga sangat krusial bagi ketiga capres. Kemampuan mengelaborasi visi misi dengan artikulasi yang lebih membumi tentu akan meraih banyak simpati. Sebaliknya, jika terdesak dan malah bikin blunder, publik bisa lebih look down dan jadi berpikir ulang untuk dijadikan capres pilihan,” katanya.[wir]






