Ponorogo (beritajatim.com) – Wisata outdoor yang menyatu dengan alam, dewasa ini sedang digandrungi oleh masyarakat. Menikmati pemandangan asri dan hawa sejuk, seakan bisa menjernihkan pikiran sejenak. Di Kabupaten Ponorogo, selain Telaga Ngebel, ada wisata alam yang belum banyak dikenal masyarakat luas, yakni Waduk Bendo di Kecamatan Sawoo.
Waduk yang beberapa tahun lalu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, ternyata menyimpan keindahan alam yang memukau mata. Menariknya, pengunjung bahkan bisa camping di tepian waduk ini.
Dengan melakukan camping atau berkemah di salah satu bukit kecil di sekitar waduk, wisatawan akan menikmati air dan alam khas pegunungan di sekitar Waduk Bendo. Keindahan luar biasa dari bukit-bukit sekitar dan luasnya perairan Waduk Bendo menjadi pemandangan yang memukau saat berkemah. Pengunjung pun mendapatkan bonus sunrise yang tiba-tiba muncul di balik bukit waktu pagi hari.
“Tempatnya asyik, pemandangan alamnya luar biasa, kata Setyo Budiono, salah satu pengunjung yang bercamping ria dengan teman-temannya di tepian Waduk Bendo, ditulis Sabtu (06/01/2024).
Budi sapaan karibnya menceritakan bagi yang ingin mendirikan tenda dan berkemah di salah satu bukit, akses jalan bisa dilakukan melalui Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo. Untuk menuju bukit untuk camping, pengunjung dapat menumpang perahu kecil warga untuk menyusuri perairan waduk untuk diantarkan ke lokasi berkemah.
“Lokasinya sangat cocok untuk camping ground. Keadaan alam perbukitan yang mengelilingi waduk juga indah,” ungkapnya.
Selain berkemah, Waduk Bendo juga menjadi tempat favorit bagi pecinta memancing. Tak heran jika banyak orang memancing di pinggiran waduk, terutama di daerah Ngadirojo. Sehingga saat berkemah itu, Ia dan temannya juga membawa alat pancing untuk memancing di pinggiran waduk.
“Banyak sekali orang yang memancing, terutama pagi hingga sore. Untuk yang suka berwisata alam tentu ini sangat recommended,” katanya.
Bagi yang menyukai alam terbuka, kunjungan ke Waduk Bendo menawarkan pengalaman adiktif yang mengundang untuk kembali. Baik untuk berkemah maupun memancing, permata tersembunyi ini mengajak para pecinta alam untuk menikmati keindahan alamnya yang masih alami.
“Pemandangan masih alami. Saat malam saat di tenda, kita bisa mendengar suara jangkrik dan paginya kicauan dari burung,” pungkasnya. (end/ian)






