Jombang (beritajatim.com) – Rangkaian acara haul ke-14 Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid sudah disusun oleh panitia di pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur. Acara tersebut digelar Sabtu 6 Januari 2024. Cawapres Mahfud MD dimungkinkan hadir di acara ini.
Namun pra-acara sudah dimulai pada Kamis 4 Januari 2024 dengan Ishari (Ikatan Seni Hadrah Indonesia). Selanjutnya, pada 6 Januari 2024 pagi, acara dibuka dengan khatmil Quran atau khataman Alquran. Yakni, mulai pukul 06.30 sampai 11.00 WIB, bertempat di area makam Gus Dur.
Setelah khatmil Quran dilanjutkan dengan sholawat seribu rebana dan manaqib Syaikh Abdul Al Jailani. Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIB ini bertempat di pondok pesantren Tebuireng Jombang.
“Sedangkan puncak acara dilaksanakan Sabtu malam setelah isyak. Yakni, pembacaan tahlil dan pengajian akbar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat umum disilakan menghadiri tahlilan tersebut,” kata pengurus pesantren Tebuireng H Lukman Hakim, Jumat (5/1/2024).
Apakah ada tokoh yang hadir dalam haul ke-14 Gus Dur itu? Lukman menjelaskan, panitia mengundang sejumlah tokoh. Di antaranya penceramah dari pondok pesantren Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri.
Selain itu juga Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir. Pria kelahiran 8 Desember 1973 adalah Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand.
Menempuh pendidikan formal dalam dua bidang yang berbeda, Ilmu Syari’ah dan Ilmu Hukum, sejak S-1, S-2, dan S-3. Pemegang dua gelar Ph.D. ini memilih berkiprah di Australia, hingga meraih posisi Associate Professor di Fakultas Hukum, University of Wollongong.
Namun kemudian pindah ke Monash University pada 2015. Monash Law School adalah salah satu Fakultas Hukum terbaik di dunia. Baru setahun pindah ke Monash, Gus Nadirsyah diminta mengurusi Monash Malaysia Law Program, sebuah program unggulan melibatkan mahasiswa dari Australia, Kanada, Belanda, Jerman, dan Prancis.
Di kampus tersebut Gus Nadirsyah mengajar Hukum Tata Negara Australia, Pengantar Hukum Islam, dan Hukum Asia Tenggara. “Kemungkinan Pak Mahfud MD juga hadir. Lalu, sejumlah pejabat dari Pemprov Jatim seperti Wagub Emil Dardak,” ujar Lukman.
Seperti diketahui, Gus Dur tutup usia pada Rabu 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.
Makam tersebut satu lokasi dengan makam kakeknya, KH Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama serta ayahandanya KH Wahid Hasjim, yang juga tokoh negara sekaligus Pahlawan Nasional. [suf]






