Blitar (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun memprediksi akan terjadi kelambatan kedatangan Kereta Api dari arah Bandung menuju sejumlah stasiun mulai dari Madiun, Kertosono, Kediri, Tulungagung hingga Blitar.
Hal ini terjadi sebagai imbas kecelakaan antara Kereta Api Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dengan KA Commuterline Bandung Raya (KA 350) di wilayah Stasiun Haurpugur-Cicalengka.
“Kami memprediksi akan terjadi kelambatan kedatangan KA dari arah Bandung ke Daop 7 Madiun karena KA-KA yang seharusnya melalui petak jalan Bandun-Kroya (jalur selatan), dialihkan dengan melalui petak jalan Cikampek-Kroya (jalur Utara),” kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Kuswardojo, Jumat (5/1/2024).
KAI Daop 7 Madiun pun menyampaikan permohonan maaf terkait keterlambatan kedatangan kereta api tersebut. KAI pun saat ini masih melakukan pendataan terkait kereta apa saja yang mengalami keterlambatan datang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan kereta api yang terjadi pada 5 Januari 2024 dampak dari KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung antara Stasiun Haurpugur-Cicalengka,” imbuhnya.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Kuswardojo menjelaskan saat ini jalur kereta api di Stasiun Haurpugur-Cicalengka tidak dapat dilewati. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang.
Kuswardojo menyampaikan pantauan perjalanan kereta api dari Daop 7 Madiun masih tepat waktu. Untuk keberangkatan kereta menuju Jakarta dipastikan masih normal dan tidak mengalami gangguan.
“Pagi ini kereta api Pasundan relasi Surabaya Gubeng-Kiara Condong berangkat tepat dari Stasiun Madiun pukul 08.24 WIB, dan Kereta Api Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng-Bandung dalam pantauan masih tepat,” jelas Kuswardojo. [owi/beq]






