Mojokerto (beritajatim.com) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto menggelar Kick Off Kinerja KPH Mojokerto Tahun 2024 di Wisata Bukit Kayoe Putih Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Perum Perhutani KPH Mojokerto siap capai target 2024.
Dengan tema ‘KPH Mojokerto siap melangkah dengan Kompak untuk Kinerja Excellent dan Tampil Menjadi Pemenang’, kick off dibuka dengan penanaman pohon di Wisata Bukit Kayoe Putih dan dilanjutkan santunan kepada anak yatim piatu. Turut hadir Wakil Kepala Perhutani Divre Jatim, Wawan Triwibowo.
Administratur KPH Mojokerto, Andi Adrian Hidayat berharap di tahun 2024, KPH Mojokerto lebih baik dari tahun 2023 lalu. “Karena di tahun 2023, kami meraih prestasi jauh lebih baik dari tahun sebelumnya dan ini coba kita pertahankan dalam situasi yang agak sulit memang saat ini,” ungkapnya, Kamis (4/1/2024).
Masih kata Andi, dari sisi ekonomi global yang menekan pemasaran ekspor. Namun pihaknya terus berupaya untuk bisa memberikan yang lebih baik dari tahun 2023. Tahun 2023, lanjut Andi, pemasukan KPH Perhutani Mojokerto mencapai Rp15 miliar dari target Rp7 miliar. Pemasukan tersebut dari berbagai sektor.
“Target 2024 ini kami belum terima. Sampai detik ini belum ada penetapan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) tahun 2024 tapi kami menyakini pasti kami diberi target lebih besar karena kalau sudah tercapai pasti begitu, biasanya. Tapi kami siap mencapai target lebih tinggi sesuai kondisi Mojokerto,” katanya.
Menurutnya, Mojokerto termasuk klasifikasi KPH tipe A yakni mempunyai potensi yang cukup bagus dan baik. Khususnya kayu putih. Meski luas wilayah Perum Perhutani KPH Mojokerto berkurang 8 ribu hektar karena Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), namun kondisinya masih cukup baik.

Ia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan mengembangkan potensi yang ada. Sehingga harapannya di wilayah utara Sungai Brantas punya wisata tidak hanya Wisata Bukit Kayoe Putih saja. Tahun 2024, skala prioritas Perum Perhutani KPH Mojokerto masih di produksi kayu.
“Untuk wisata, ini (Wisata Bukit Kayoe Putih) luar biasa. Dari target bisa terlampaui dan pencapainnya insya Allah hampir Rp2 miliar. Ini masih rintisan, ini mau kita jadikan wana wisata. Targetnya di tahun 2024 ini. Artinya setelah wana wisata, di sini mereka bisa membangun apa saja statusnya wana wisata bukan lagi hutan produksi,” urainya.
Luas wilayahnya 23.922,6 hektar meliputi kawasan hutan yang berada di Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan serta Kabupaten Jombang. Kawasan hutan KPH Mojokerto memiliki lima bagian hutan dengan kelas perusahaan jati dan kayu putih serta dua jenis tanah.
Pengelolaan kawasan hutan di KPH Mojokerto diorganisasikan dalam delapan BKPH dan 30 RPH. Kedelapan BKPH tersebut adalah BKPH Bluluk, BKPH Ngimbang, BKPH Dradah, BKPH Lawangan Agung, BKPH Mantup, BKPH Kambangan, BKPH Tapen dan BKPH Kemlagi. [tin/kun]
![Kick Off, Perum Perhutani KPH Mojokerto Siap Capai Target 2024 Wakil Kepala Perhutani Divre Jatim, Wawan Triwibowo saat pemukulan gong didampingi Administratur KPH Mojokerto, Andi Adrian Hidayat. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/VideoCapture_20240104-160305_11zon-1024x576.jpg)





