Surabaya (beritajatim.com) – Kasatlantas Polrestabes Surabaya bersitegang dengan massa aksi buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di simpang empat Jalan Bubutan, Kamis (04/01/2024). Masa aksi menuntut pembebasan tersangka dugaan kasus mogok kerja yang menuntut hak buruh kepada perusahaan.
Peristiwa itu dipicu lantaran mobil ambulance milik massa pendemo nekat keluar dari jalur aksi yang sudah ditentukan. Kasat Lantas Polretsabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman yang kebetulan berjaga menegur agar ambulance kembali ke barisan dan tidak mempersempit jalan hingga terjadi kemacetan. Namun, himbauan awal tidak digubris sehingga memaksa Arif untuk membuka pintu kemudi dan menyuruh sopir kembali ke jalur demo.
“Kita tidak ada rasa takut. Hilangkan rasa takut kita. Bahwa kita mengevaluasi kinerja kepolisian. Hari ini kita menuntut kepada Polrestabes Surabaya,” kata salah satu orator di mobil komando.
Saat Arif membuka pintu kemudi itulah, kemudian massa aksi yang lain turut menghampiri pengendara tersebut dan sempat terjadi cekcok. Tampak massa buruh mengerubungi Arif sembari orator dari mobil komando tetap berorasi.
“Biar jadi catatan sejarah ini kelakuan oknum kepolisian,” imbuh orator di mobil komando.
Usai diberi pengertian oleh Kasatlantas Polrestabes Surabaya, mobil ambulance itu akhirnya masuk ke jalur rombongan massa aksi. Para buruh kembali long march namun tidak ke Polrestabes Surabaya dan putar balik di bundaran Bank Indonesia (ang/ian)






