Mojokerto (beritajatim.com) – Angin puting beliung menyapu empat desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto pada Senin (1/1/2024). Dari keempat desa terdampak, Desa Pandankrajan yang terparah.
Kepala Desa Pandankrajan, Syafi’an mengungkapkan, sekitar 16 rumah warga rusak diterjang puting beliung. Sejumlah pohon juga tumbang.
“Yang parah itu ada tiga rumah. Kerusakan mayoritas di bagian atap rumah,” ungkapnya, Selasa (2/1/2024).
Menurut Syafi’an, pemilik salah satu dari tiga rumah yang rusak parah terpaksa mengungsi. Ini lantaran atap rumah secara keseluruhan tersingkap dan hilang terbawa angin kencang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Bantuan dari BPBD ada, tadi pagi diberikan. Terpal dua buah untuk masing-masing rumah. Banyak juga pohon yang tumbang tapi sudah banyak yang dibersihkan. Ada mushola di MI, atapnya juga rusak,” katanya.
Sementara itu, Camat Kemlagi, Tri Cahyono Harianto membenarkan, kerusakan terparah di Desa Pandan Krajan. “Ada empat desa, Desa Mojogebang, Pandan Krajan, Mojo Pilang dan Mojowono. Tapi yang parah Pandan Krajan. Ada yang atap rumah habis, sepeda tertimpa,” tambahnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa hanya kerugian material saja. Pasca kejadian, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Kemarin sudah langsung kontak BPBD, PURP, PLN agar penanganan cepat dan masyarakat tidak lama-lama terdampak bencana. Karena ada kabel besar putus, petugas PLN langsung melakukan perbaikan tapi ada beberapa yang belum selesai diperbaiki. Pohon tumbang juga banyak,” ujarnya.
Pasca kejadian, lanjut Camat, BPBD Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan terpal kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di empat desa tersebut. Sementara untuk rumah dengan kerusakaan kategori ringan, warga bergotong-royong memperbaiki.
“Untuk yang ringan sudah tertanggani, untuk yang berat kita sudah laporkan ke pemerintah daerah agar sedikit ada bantuan. Saya menghimbau kepada masyarakat di berbagai pertemuan karena sesuai BMKG, wilayah Kemlagi adalah jalur sehingga untuk berhati-hati,” tegasnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak desa jika ada pohon dengan kategori rawan tumbang agar segera ditebang agar tidak terjadi pohon tumbang. Mengingat saat ini sudah masuk musim penghujan sehingga langkah antisipasi tersebut bisa dilakukan.
Sebelumnya, bencana angin puting beliung menyapu empat desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto di awal tahun 2024 pada, Senin (1/1/2024). Puluhan rumah di empat desa tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga parah.
Empat desa tersebut yakni Desa Mojogebang, Pandan Krajan, Mojo Pilang dan Mojowono. Bencana angin puting beliung tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Puluhan rumah di empat desa tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. [tin/beq]
![Puting Beliung Sapu 4 Desa Mojokerto, Pandankrajan Terparah Warga Desa Pandan Krajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto menjemur kasur dan buku pasca bencana angin puting beliung. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/VideoCapture_20240102-131318_m4BJEiqo3L-1024x576.jpeg)






