Sumenep (beritajatim.com) – Bagi yang masih bingung menentukan tempat dimana akan menghabiskan libur tahun baru, ini ada destinasi wisata yang bisa jadi pilihan, yakni di Pulau Giliyang Kabupaten Sumenep.
Pulau Giliyang ini menjadi tempat istimewa, karena kadar oksigen disini tercatat terbaik kedua se-dunia setelah Yordania. Karena itu, berkunjung ke Pulau Giliyang ini juga kerap disebut sebagai wisata oksigen.
Kemurnian oksigen di Pulau Giliyang ini sangat terasa, terutama di lokasi titik oksigen. Disitu disediakan beberapa gazebo dan tempat duduk untuk bersantai menikmati kemurnian oksigen. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang memutuskan menginap di titik oksigen, sebagai bentuk terapi kesehatan.
Salah satunya Rina. Pengunjung Pulau Giliyang asli Yogyakarta ini mengaku sengaja menginap di titik oksigen Pulau Giliyang bersama ibunya, untuk kepentingan terapi. Ibunya menderita asma berat, yang menyebabkan tidak bisa tidur karena pernapasan terganggu.
“Kebetulan ada yang menyarankan supaya ibu saya terapi di Pulau Oksigen. Jadi saya memutuskan menginap dua malam di titik oksigen ini,” ujarnya, Sabtu (30/12/2023).
Setelah bermalam di Pulau Giliyang, Rina mengaku bersyukur, ibunya bisa tidur lelap, dan pernapasannya normal. “Alhamdulillah, ada hasilnya menginap disini. Ibu terlihat lebih segar, bisa tidur dengan enak, meski tidurnya di gazebo ini,” ujarnya.
Bahkan tidak hanya ibunya, lanjut Rina. Ia pun merasa badannya jauh lebih fit setelah menginap dua malam di Pulau Oksigen. Ia yang semula merasa badan pegal-pegal dan sakit semua, sekarang merasa jauh lebih nyaman.
“Sepupu saya yang ikut menginap disini juga merasakan hal yang sama. Semula kakinya terasa nyeri dan linu-linu. Setelah bermalam di titik oksigen ini, badan jadi segar. Pegal-pegal hilang,” tuturnya.
Nah, tertarik untuk berkunjung ke ‘pulau ajaib’ ini? Silahkan. Bagi yang membawa kendaraan sendiri, baik sepeda motor maupun mobil, bisa dititipkan di Pelabuhan Dungkek. Disitu sudah ada penitipan khusus kendaraan pengunjung yang akan ke Pulau Giliyang.
Dari Pelabuhan Dungkek, untuk menuju Pulau Giliyang harus menyeberang menggunakan perahu rakyat. Jangan kuatir, cukup banyak perahu yang siap mengantarkan menyeberang ke Pulau Giliyang. Ada perahu reguler, juga ada perahu carteran.
Tarif untuk perahu reguler sekali jalan hanya Rp 15.000 per orang. Biasanya satu perahu bisa diisi hingga 30 penumpang umum. Tapi bagi yang ingin lebih ‘private’, bisa mencarter perahu. Tarifnya berkisar Rp 800.000 untuk perjalanan pulang pergi. Menyeberang ke Pulau Giliyang dari Pelabuhan Dungkek membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Nanti setiba di Pulau Giliyang, sudah banyak kendaraan roda tiga yang siap membawa pengunjung ke titik oksigen, maupun ke penginapan-penginapan di sekitar titik oksigen.
Untuk makanan yang akan dikonsumsi bagi pengunjung yang menginap, bisa memesan pada penduduk sekitar. Mereka akan sangat ramah dan senang hati melayani pesanan makanan pengunjung.
Menu andalan di Pulau Giliyang ini adalah ikan bakar. Ikan segar dari laut yang langsung dibakar dengan bumbu alami buatan warga, dipadu dengan sambal khas Madura yang bikin lidah bergoyang. Dijamin akan membuat penikmatnya ‘lupa diri’. Makan ikan bakar sambil menghirup kemurnian oksigen Pulau Giliyang, benar-benar akan membuat liburan akhir tahun menjadi kenangan tak terlupakan. (tem/kun)






