Sampang (beritajatim.com) – Meskipun hujan sudah mulai turun, namun bencana kekeringan masih melanda di beberapa desa di Kabupaten Sampang. Salah satunya yaitu di kepulauan Desa Marparan, Kecamatan Sreseh.
Musna (41) warga desa setempat mengatakan, saat ini sudah memasuki musim penghujan tetapi di desanya masih dilanda krisis air bersih. Sebab, intensitas hujan rendah, alias tidak merata. Terlebih sumber mata air di desa tersebut sangat minim.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga setempat desa setempat harus membeli air bersih dengan mengeluarkan uang Rp 2000 untuk mendapatkan air bersih seberat 50 liter. “Ya terpaksa harus beli, karena air ini sangat penting terutama untuk kebutuhan masak dan mandi,” terangnya, Sabtu (30/12/2023).
Terpisah, Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Marparan, Abdul Gafur menjelaskan, sebelumnya, bahwa distribusi air bersih terhadap warga telah dilakukan, hanya saja dihentikan karena November 2023 lalu telah turun hujan.
Dengan begitu, pihaknya berencana akan mendistribusikan air bersih kembali ke warga desa setempat. “Kerena masih terjadi krisis air bersih maka akan kita upayakan untuk melakukan pendistribusikan air,” ujarnya.
Sayangnya, lanjut Gafur untuk pendistribusian ke Desa Marparan cukup sulit karena terkendala oleh akses transportasi sungai, sebab air bantuan harus transit di pelabuhan, kemudian baru diangkut ke Desa Marparan. “Kami akan segera berkoordinasi dengan Kabupaten, supaya kebutuhan air bersih di desa kami teratasi secepatnya,” pungkasnya.[sar/kun]






