Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepolisian bersama tim medis telah melakukan pemeriksaan terhadap mayat laki-laki tanpa identitas di belakang warung kawasan Hutan Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Sudah dilakukan pemeriksaan di kamar mayat RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Kapolsek Ngraho, AKP Eko Bambang Riyadi.
Eko menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan luar, tindakan lebih lanjut sementara mayat disimpan di lemari es kamar mayat RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro selama tiga hari sambil menunggu pihak keluarga. Sementara untuk identitas sendiri belum diketahui.
“Karena mayat tersebut tanpa identitas. Sementara saat diidentifikasi, identitas mayat sendiri tidak terdeteksi,” lanjutnya.
Sekadar diketahui, kali pertama mayat tersebut diketahui oleh pemilik warung, Sumaji (56) yang hendak buang air besar di kamar mandi belakang rumah atau warung miliknya. Ia mengetahui, seorang lelaki dalam kondisi terlentang sudah tidak bernyawa.
Ia kemudian membangunkan istrinya, Wiwik Nuraini (51) untuk bersama-sama mengecek orang tersebut. “Saat dicek, orang yang sedang tergeletak tersebut sudah dalam posisi kaku atau sudah meninggal dunia,” kata AKP Eko Bambang Riyadi.
Eko menjelaskan dari hasil identifikasi dan olah TKP, ciri-ciri mayat jenis kelamin laki-laki, perawakan kurus, rambut pendek warna hitam. Korban mengenakan kaus warna biru telur bebek dan celana pendek warna hitam.
Eko juga meminta bantuan kepada masyarakat di Bojonegoro maupun di luar Bojonegoro, apabila mengenal atau mengetahui identitas mayat sesuai dengan ciri-ciri di atas, maupun warga yang kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor. [lus/beq]






