Sumenep (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berencana melakukan ‘aeroseeding’ atau penaburan benih tanaman melalui udara. Aeroseeding itu akan dilakukan di Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Anjasmoro, pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ada sekitar 4.000 hektar yang terdampak karhutla di tiga lokasi tersebut. Ini yang membuat kami sedih. Karena itu, kami bertekad untuk mengembalikan ekosistem. Salah satunya dengan ‘aeroseeding,” katanya, Rabu (27/12/2023).
Gubernur Jawa Timur berada di Sumenep pada Selasa (26/12/2023) menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur VI. Penanaman mangrove dipusatkan di Taman Merdeka Kalianget, Sumenep. Sedangkan, 20.000 bibit penanamannya tersebar di 40 desa pesisir di Kabupaten Sumenep, termasuk di wilayah kepulauan.
Selain penanaman mangrove, juga digelar pasar murah yang menyediakan sembako dengan harga di bawah harga pasar. Sembako yang disediakan di pasar murah adalah beras, gula, minyak goreng, dan telur. “Untuk kepentingan ‘aeroseeding’, kami sudah mengajukan permohonan ke KSAU untuk menggunakan pesawatnya saat menabur benih di Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Anjasmoro,” paparnya.
Pada 2020, Pemprov Jatim pernah melakukan ‘aeroseeding’ menggunakan Pesawat Casa C-212 200 di wilayah Gunung Arjuna, Gunung Kawi dan Gunung Budug Asu, Malang. Kala itu, penebaran benih yang dilakukan melalui Skadron Udara 4, Bandar Udara Abdurrahman Saleh, Malang
“Ekosistem harus kita bangun kembali. Kalau untuk lokasi dengan keterjalan tertentu, penebaran benih memang tidak bisa dilakukan secara manual. Karena itu, kami melakukan dengan ‘aeroseeding,” terangnya.
Khofifah menambahkan, saat ‘aeroseeding’, akan dilakukan dengan benar-benar detil dan cermat tingkat koordinatnya. “Termasuk juga mendeteksi kesesuaian bibit dengan aera tertentu,” ujarnya.
Ia melanjutkan, Pemprov juga tengah mengusahakan penghijauan kembali padang savana Bromo yang sempat terbakar awal September 2023 lalu. Kegiatan tersebut juga merupakan serangkaian penanamanan ‘Multipurpose Tree Species’ (MPTS) di berbagai daerah. Diantaranya yaitu, penanamanan cemara gunung pada ketinggian 1500 Mdpl di Cangar pada 24 Desember 2023, dan juga penanamanan bibit mangrove di Kraksaan, Probolinggo pada Natal lalu.
“Ekosistem alam, ini memang perlu dikelola untuk dijaga keseimbangannya. Terlebih, dengan merawat alam, maka manusia akan lebih terlindung dari potensi bencana,” ucapnya. (tem/kun)






