Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi bakal merevitalisasi salah satu cagar budaya yakni komplek Asrama Inggrisan pada tahun depan. Sebelum memulai proyek itu, pemerintah setempat melakukan sejumlah kajian dengan melibatkan sejumlah pakar.
Salah satunya mendatangkan sejumlah narasumber dalam sebuah kegiatan seminar. Di antaranya, sejarawan JJ Rizal dan arsitek sekaligus peneliti tata kota, Marco Kusumawijaya.
“Rangkaian seminar ini menjadi bagian dari konsolidasi publik sebelum nanti Asrama Inggrisan ini kita revitalisasi tahun depan,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Pemugaran Asrama Inggrisan itu nantinya juga akan menyesuaikan dengan ketentuan perundangan yang mengatur tentang cagar budaya. Termasuk tidak merubah desain bahkan mempertahankan bangunan aslinya. “Nantinya ini akan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang semakin meningkatkan daya tarik wisatawan,” imbuh Bupati Ipuk.
Sebelum adanya proyek revitalisasi, Asrama Inggrisan merupakan komplek asrama yang digunakan oleh anggota Kodim 0825 Banyuwangi. Namun, saat ini mereka telah pindah ke tempat yang telah disediakan.
Selain itu, pemerintah setempat telah melakukan pembangunan hunian tentara dan pemindahan klinik dan fasilitas lainnya yang selama ini ada di Asrama Inggrisan. “Konsekuensi dari peralihan ini akan menjadi domain Pemda. Untuk kepemilikan aset masih atas nama TNI AD. Sedangkan pengelolaannya akan dibicarakan lebih lanjut. Revitalisasinya, akan dibantu oleh Kementerian PUPR,” jelasnya.
Jika terlaksana, Asrama Inggrisan nantinya bakal disulap menjadi lokasi destinasi wisata baru. Termasuk menjadi kawasan heritage berbasis cagar budaya yang bakal menumbuhkan potensi baru di dalamnya. “Tentunya juga semoga revitalisasi ini bisa menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, yang memberi dampak ke ekonomi lokal. Yang penting, ini untuk kemaslahatan rakyat Banyuwangi,” pungkas Ipuk. (rin/kun)






