Jombang (beritajatim.com) – Titik rawan kecelakaan yang ada di ruas tol Jombang-Mojokerto (Jomo) dipasangi rumble strip atau marka kejut. Dengan adanya rumble strip pengguna jalan diharapkan tidak mengantuk saat melintas di titik rawan kecelakaan.
Sehingga angka kecelakaan bisa ditekan selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru). Selain itu, pihak manajemen juga memasang lampu strobo. “Kita sudah lakukan antisipasi untuk menekan angka kecelakaan. Salah satunya memasang rumble strip,” kata Achmad Rifan Tsamany, Area Manager Astra Infra Solutions, ditulis Sabtu (23/12/2023).
Rumble strip atau biasa disebut ‘polisi tidur mini’ ini bentuknya seperti garis melintang yang bersusun berwarna putih dan memiliki tinggi melebihi permukaan jalan itu sendiri. Maka dari itu ketika melewati rumble strip, mobil rasanya tengah melintas di atas polisi tidur kecil dan sudah pasti bergoyang.
Tujuan pemasangan rumble strip di jalan tol adalah memberikan sinyal bagi pengendara untuk tetap fokus demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. “Agar pengguna jalan tidak mengantuk. Juga agar pengguna jalan waspada bahwa di depannya ada titik kerawanan,” lanjut Rifan.
Kepala Departemen Operasi & Pemeliharaan ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto Yuni Rihal menambahkan, selama tahun 2022 terdapat enam korban meninggal akibat kecelakaan di tol Jombang-Mojokerto.
Sedangkan di 2023, Astro Toll berharap angka tersebut bisa turun. Sepanjang Januari-Desember 2023 ini sudah ada 5 korban meninggal. Kebanyakan kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mengantuk. Peringkat kedua karena pecah ban.
Untuk waktunya, kecelakaan paling banyak terjadi pada dini hari, yakni pukul dua hingga tujuh pagi. Sementara pada siang hari, kecelakaan kerap terjadi pada jam istirahat, yaitu jam dua siang hingga pukul tujuh malam. “Itu waktu-waktu yang sering terjadi kecelakaan,” ujar Yuni.
Di mana lokasi yang rawan kecelakaan? Yuni menjelaskan, sepanjang 40,5 kilometer tol Jombang-Mojokerto, titik rawan kecelakaan untuk arah Surabaya pada KM 678 dan KM 695. “Titik-titik itulah yang dijelaskan oleh Mas Rifan, sudah dipasangi rumble strip,” katanya merinci.
Sedangkan untuk arah Jombang, titik rawan kecelakaan kisarannya ada di KM 700, ada juga di sekitar KM 678. “Selain dipasangi rumble strip, juga kita pasang lampu strobo. Yang tak kalah penting, kami melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Semisal pembatasan kecepatan bagi pengguna jalan. Biasanya ada operasi speed gun,” ungkapnya.
Terlepas dari itu semua, Yuni menegaskan bahwa Astra Infra Toll Jomo berkomitmen untuk memberikan layanan dan fasilitas terbaik agar pengguna jalan dapat menikmati perjalanan dengan lancar, aman dan nyaman selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru).
Yuni mengungkapkan, puncak arus lalu-lintas moment libur Nataru di Tol Jombang- Mojokerto (Tol Jomo) diprediksi terjadi pada 25 Desember 2023 dan 1 Januari 2024. “Kami siap menceiptakan libur Nataru dengan lancar, aman dan nyaman,” pungkasnya. [suf]






