Surabaya (beritajatim.com) – Pakar Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga (Unair) Gigih Prihantono menilai jika Gibran Rakabuming Raka lebih unggul ketimbang cawapres lain dalam hal penyampaian visi-misi.
Gigih menyebut, Gibran lebih detail menyampaikan tema debat soal pertumbuhan ekonomi. Hal paling penting, menurutnya adalah bagaimana Gibran menyampaikan cara menuju pertumbuhan ekonomi tersebut.
“Dari pembukaan visi-misi, Gibran agak lebih unggul secara penyampaian visi misi. Dia menjelaskan secara detail bagaimana pertumbuhan ekonomi kita, dan terpenting adalah ‘how’, bagaimana caranya ?,” kata Gigih, Jumat (22/12/2023).
Sedangkan penyampaian visi-misi oleh Mahfud MD, Gigih melihat adanya kekurangan. Ia pun menyayangkan ketika Mahfud hanya membahas soal pemberantasan korupsi. Padahal, masih banyak hal yang dapat di-eksplore seperti peningkatan produktivitas tenaga kerja.
“Pak mahfud juga sama. Menjelaskan pertumbuhan ekonomi kita yang 7 persen. Tapi sayangnya Pak Mahfud kurang detail. Kurang bisa menjelaskan bagaimana kita mencapai ke sana, jadi 7 persen itu tidak cuma soal pemberantasan korupsi,” ujar Gigih.
Sementara untuk Cak Imin, Gigih juga menyayangkan banyaknya gimik yang dikeluarkan. “Cak Imin juga menarik dengan soal slepetnya. Sayangnya Cak Imin kebanyakan gimiknya,” katanya.
“Ini yang mungkin harus kita lihat di debat berikutnya, tapi menarik bahwa memang desa itu lokomotif nasional, Indonesia yang seringkali dilupakan. Tapi apa dampak desa saat ini mungkin itu perlu di-eksplore oleh Cak Imin, ” tandasnya.
Diketahui, tiga calon wakil presiden yang berkontestasi dalam Pilpres 2024 beradu gagasan dalam Debat Pilpres 2024 seri kedua. Tiga cawapres itu yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming dan Mahfud MD.
Tema debat kali ini adalah ekonomu kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN APBD, insfrastruktur dan perkotaan. (Ipl/Aje)






