Banyuwangi (beritajatim.com) – Malam puncak Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) menjadi saksi dari pesona kolosal terbang kuntulan yang memukau di Alun-Alun Taman Blambangan. Dengan 252 pemain rebana kuntulan yang menampilkan harmoni luar biasa, acara ini berhasil menciptakan keajaiban budaya yang tak terlupakan.
Tabuhan rancak rebana kuntulan yang khas memecahkan keriuhan, memenuhi udara malam di tengah-tengah penonton yang takjub. Para pemain rebana ini, yang sebagian besar masih pelajar dari tingkat SD hingga SMA, menunjukkan keahlian mereka dengan penuh semangat. Diiringi hentakan jidor dan vokal yang merdu, mereka menyuguhkan pertunjukan selama sekitar 30 menit.
Tidak hanya kemampuan musikalitas yang memukau, tetapi juga koreografi yang disorot oleh drone dan ditampilkan di layar besar, membuat penonton terpesona. Aplaus meriah bergema sepanjang penampilan, bahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, memberikan standing applause sebagai bentuk penghargaan atas pertunjukan yang luar biasa ini.
Ustad Das’ad Latif, penceramah nasional yang turut hadir, terkesima oleh alunan lagu khas Makasar yang dilantunkan oleh para pemain. Ia bahkan terlihat sigap merekam momen tersebut menggunakan handphone-nya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa atraksi ini disiapkan khusus untuk menghibur pada puncak perayaan Harjaba 252. Inspirasi ini datang dari kesuksesan atraksi serupa pada awal tahun, ketika Banyuwangi menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Satu Abad NU yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
“Atraksi kolosal terbang kuntulan ini adalah kebanggaan kita semua. Jadi, sudah sepatutnya dihadirkan kembali di hari spesial kita, Hari Jadi Banyuwangi ke-252,” ungkap Ipuk.
Kemeriahan terbang kuntulan kolosal, sebagai bagian dari khazanah budaya keislaman Banyuwangi, menjadi puncak dari penampilan tiga majelis hadrah dalam Harjaba Bersholawat. Majelis Mahabatun Nabi, Az-Zahir, dan Ahbabul Musthofa, ketiga majelis asli Banyuwangi, berhasil menghadirkan senandung selawat yang memancarkan kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Semoga dengan selawat ini, kita dapat mewujudkan Banyuwangi yang semakin maju dan sejahtera,” pungkas Ipuk, mencerminkan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (rin/ian)






