Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 5.367 warga Kota Kediri menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak fenomena El Nino.
BLT El Nino berupa uang tunai Rp200 ribu itu berasal dari pemerintah pusat yang merespon adanya fenomena El Nino di Indonesia kepada masyarakat terdampak.
Pemerintah menunjuk PT Pos Indonesia sebagai penyalur utama BLT El Nino ini dan Dinas Sosial Kota Kediri memastikan distribusinya tepat sasaran serta lancar.
Data Dinsos Kota Kediri dari Kementerian Sosial Republik Indonesia menyebutkan total penerima manfaat BLT El Nino Kota Kediri 5.367.
Jumlah ini terinci 1.628 dari Kecamatan Kota, 1.846 dari Kecamatan Mojoroto dan 1.893 dari Kecamatan Pesantren.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi mengatakan, pada Rabu (20/12/2023) penyaluran BLT El Nino berlangsung di Kecamatan Kot. Selanjutnya Kecamatan Mojoroto, Kamis (21/12/2023) dan Kecamatan Pesantren, Jumat (22/12/2023).
“Penyaluran akan dilakukan secara bertahap. Sesuai rencana, penyaluran dijadwalkan per kecamatan selama tiga hari,” kata Paulus Luhur Budi.
Adapun penerima BLT El Nino, dijelaskan Paulus mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang merupakan target program perlindungan sosial.
“Bantuan ini diserahkan oleh Kementerian Sosial karena adanya fenomena El Nino yang berdampak pada kenaikan harga beberapa komoditas bahan pokok. Dinas Sosial dalam hal ini bertindak dengan melakukan pengawasan dalam penyaluran,” ujarnya.
Adapun besaran bantuan yang disalurkan yaitu Rp.200 ribu per bulan yang diterimakan untuk periode dua bulan yakni November dan Desember 2023.
Mekanisme penyaluran dilakukan dengan dua cara yaitu ditransfer secara bertahap melalui Bank Mandiri dan disalurkan melalui PT Pos.
“Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp.400 ribu yang bisa diambil melalui ATM untuk yang ditransfer dan untuk penyaluran melalui Kantor Pos, para penerima akan diberikan barcode dan bisa diambil di Kantor Pos yang sudah ditunjuk,” terangnya.
Jika ditemukan data yang tidak tepat sasaran saat penyaluran, masyarakat bisa ikut melakukan pengawasan dengan melaporkan melalui Kelurahan setempat atau bisa langsung mengunduh aplikasi cek bansos Kementerian Sosial di playstore.
“Jika ada masyarakat yang ingin melaporkan penerima bantuan yang tidak tepat sasaran, bisa dilaporkan melalui dua jalur, bisa melalui kelurahan masing-masing pada tanggal 16 – 25 Desember dan melalui aplikasi cek bansos Kemensos,” imbuhnya.
Sesuai dengan arahan dari Kementerian Sosial, Paulus berharap agar para penerima manfaat dapat membelanjakan bantuan yang diterima secara bijak untuk kebutuhan sehari-hari terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi atau pangan.
Sementara itu salah satu penerima manfaat, Supriyati asal Banjaran mengaku bersyukur sekaligus senang. Ibu dari tiga anak yang bekerja serabutan tersebut mengaku akan memanfaatkan BLT yang ia terima untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
“Alhamdulillah, saya sangat merasa terbantu. Beberapa tahun ini bapaknya tidak bisa bekerja karena sakit, bansos ini akan saya belanjakan untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya. [nm/ted]






