Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) memberikan sosialisasi formula pangan bagi balita sebagai upaya mendorong program percepatan zero stunting di Kota Surabaya. Mahasiswa tersebut tergabung dalam kelompok 109 KKN BBK Kampung Emas Madani 2.0. Sosialisasi itu sendiri mereka gelar di kawasan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
Dosen Pembimbing Kelompok KKN di Keputih, Muthmainnah mengatakan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari program Kampung Emas Madani kedua untuk mencegah dan mengatasi stunting di Kota Pahlawan.
“Program Kampung Emas Madani merupakan bentuk kerjasama Pemkot Surabaya dengan Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Stunting di Jawa Timur, salah satunya Unair untuk menekan kembali angka stunting di Surabaya hingga menjadi zero stunting,” katanya, Rabu (20/12/2023).
Selain itu, lanjutnya, program ini juga bertujuan untuk memberikan mahasiswa pengalaman belajar langsung di tengah permasalahan yang terjadi di masyarakat, salah satunya stunting ini.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas nasional dalam menurunkan prevalensi balita stunting di Indonesia. “Berbeda dengan tahun lalu, pelaksanaan Kampung Emas Madani 2.0 tahun ini melibatkan sekitar 459 mahasiswa yang akan diterjunkan di 153 kelurahan di Kota Surabaya,” tambah Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Kelompok KKN BBK Kampung Emas Madani 2.0 Kelurahan Keputih Muhammad Yusuf Zaidan menyebut, dalam kegiatan ini mahasiswa diarahkan untuk memberdayakan masyarakat menuju kelurahan yang mandiri dan bebas stunting.
“Kami melakukan intervensi penurunan angka stunting dari awal. Mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. Sudah sekitar tiga bulan ini, kami melakukan intervensi sejak dini kepada masyarakat Keputih, salah satunya kegiatan sosialisasi formula pangan ini,” ujar Zaidan.
Ia mengungkapkan dalam kegiatan ini juga dilakukan praktik langsung kepada ibu hamil dan orang tua Balita terkait Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA).
“Setelah melakukan analisis situasi dan survei pasar, kami merancang formula pangan dengan gizi seimbang dan sesuai dengan ekonomi masyarakat. Formula pangan ini kami sosialisasikan cara pembuatannya sekaligus praktik langsung pemberian formula pangan tersebut kepada Balita,” tambah Zaidan.
Sedangkan Lurah Keputih Mohammad Fajar Fanani menyampaikan rasa terima kasih kepada kelompok KKN BBK Kampung Emas ini yang telah memberikan formula pangan bagi masyarakatnya.
“Saya mengapresiasi kerja keras adik- adik ini yang telah membuat formula pangan untuk mencegah dan mengatasi permasalahan stunting di Kelurahan Keputih. Ini dapat menjadi solusi bagi ibu- ibu yang masih bingung untuk memberikan makanan dengan gizi yang tepat bagi anak mereka,” ujar Fajar.
Sama halnya dengan Miftachul, salah satu ibu balita. Ia mengutarakan rasa terima kasihnya atas sosialisasi formula pangan dan praktik PMBA. Ia mengaku bersyukur atas adanya pendampingan yang selama ini dilakukan oleh kelompok KKN BBK Kampung Emas Madani ini.
“Alhamdulillah, lewat sosialisasi tadi saya jadi lebih tahu tentang pemberikan gizi yang tepat untuk anak. Dari praktik PMBA juga, saya mendapatkan ide makanan baru. Habis ini akan saya praktikan langsung di rumah,” pungkasnya. [ipl/kun]






