Surabaya (beritajatim.com) – Suporter Persebaya alias Bonek, menyayangkan beberapa pelanggaran yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo hingga menyebabkan Bajul Ijo dijatuhi sanksi denda oleh Komdis PSSI.
Sekedar tahu, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda kepada Persebaya akibat terjadinya pelemparan botol minuman dan penyalaan flare oleh suporter saat menjamu Persik Kediri. Denda tersebut dirilis Komdis PSSI pada sidang 1 November 2023 lalu. Lantaran pelemparan botol minuman, Persebaya dikenai denda Rp 20 juta.
Sedangkan untuk penyalaan flare, dikenai denda Rp 50 juta. Sebelumnya, Persebaya juga sempat mendapat denda Rp 25 juta karena suporter melanggar aturan saat melawan Bali United.
Ulum Syaiful, Bonek asal Kupang Segunting, mengatakan jika apapun yang terjadi pasti ada sebab dan akibat. Untuk itu, seharusnya suporter juga bisa membantu meringankan beban Persebaya.
“Seharusnya sebagai suporter harus mendukung segala situasi tim, baik jika tim kalah maupun menang. Dan jika denda ini karena suporter, maka seharusnya suporter juga bisa memberikan solusi juga, entah melalui donasi atau yang lain untuk meringankan. Apalagi Persebaya saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya.
Sementara Lukman Abdul Hakim, Bonek asal Sidoarjo mengatakan jika sebagai pendukung yang loyal, hal tersebut seharusnya tidak perlu dan tidak pantas dilakukan. “Bonek seharusnya bisa menyikapi suatu kekalahan ataupun seri secara dewasa karena kita sendiri sudah banyak melihat kejadian seperti di Kanjuruhan dan di stadion lainnya yang bisa mengakibatkan susahnya izin untuk menggelar pertandingan, larangan pertandingan tanpa penonton, bahkan pemberhentian liga yang mana kerugian tidak hanya di Persebaya tapi semua lingkungan sepak bola,” ungkap Lukman.
Memang diakuinya, Bonek boleh kecewa dengan hasil yang diberikan Bruno Moreira dkk, namun bagaimana pun juga sebagai suporter, harus tetap mendukung semua bagian dari Persebaya. “Semoga kejadian ini tidak terulang kembali. Dan Bonek maupun Persebaya bisa bersinergi menjadi baik apapun keadaanya,” imbuhnya. (way/kun)






