Yogyakarta (beritajatim.com)– Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengimbau massa pendukung paslon Prabowo-Gibran tak terprovokasi pada aksi massa penggerudukan Ketum PSI Kaesang Pangarep saat berada di Pati.
Selain itu dirinya juga menyatakan Gibran Rakabuming Raka Cawapres Prabowo Subianto siap menghadapi debat cawapres di Jumat (22/12/2023) mendatang. Dirinya membagikan tips kesiapan Gibran tersebut. Sementara itu Nusron Wahid berpesan dalam masa kampanye ini pendukung Prabowo Gibran diminta slow dan tidak terprovokasi pada hal hal yang menciderai demokrasi.
Nusron menambahkan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka ini sudah sangat siap untuk menjalani debat cawapres Jumat lusa. Dia menyebut memang ada persiapan khusus untuk debat tersebut.
Nusron kemudian membocorkan persiapan Gibran menjalani debat tersebut. Beberapa hal yang dilakukan yakni makan enak, tidur cukup dan banyak tertawa.
“Gibran sudah sangat siap untuk debat. Memang ada persiapan khusus, Bocoran persiapan di antaranya makan enak, tidur cukup dan banyak ketawa,” jelasnya.
Nusron kemudian memiliki target khusus untuk paslon nomor 2 ini.
“Di DIY targetnya mau menang berapapun sedikit selisihnya yang jelas harus lebih unggul dan paling tinggi sehingga bisa menang,” beber Nusron di sela konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran DIY di Grand Pacifik Jalan Magelang Yogya, Selasa (19/12/2023) petang.
Nusron kemudian merespons kasus saat Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mendapati tindakan tak mengenakkan di Pati. Kala itu terjadi insiden dengan massa beratribut parpol. Kemudian Kaesang digruduk hingga harus turun ke jalan agar tak terjadi gesekan.
Menanggapi hal itu, Nusron menjelaskan jika TKN Prabowo-Gibran menyesalkan kejadian tersebut.
“Sikap yang dilakukan oleh massa yang membawa bendera dan baju partai tertentu itu merupakan tindakan anti demokrasi dan jauh dari keadaban. Sangat tidak relevan dan jauh dari budaya demokrasi,” katanya. Meski demikian dia meminta pendukung Prabowo-Gibran agar tak terprovokasi.
“Meski demikian kami minta pada para pendukung agar tak terpancing dan emosi. Tetap santun. Ramah kepada siapapun, karena perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang biasa,” tutupnya. (Aje)






