Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan ulama dan kiai kampung yang tergabung dalam Perkumpulan Rejo Semut Ireng dan Komunitas Poro Kyai (KOPI) melakukan deklarasi untuk memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran.
Rejo Semut Ireng dan KOPI adalah dua perkumpulan yang saling menguatkan satu sama lain. Rejo Semut Ireng adalah salah satu perkumpulan yang selama ini telah mengawal Joko Widodo pada Pilpres 2019.
Sedangkan KOPI adalah perkumpulan para kyai alit yang ada di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur, terdiri dari para pengasuh pondok pesantren, madrasah diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an.
“Dua perkumpulan ini bertemu karena kasamaan visi dalam rangka mendukung capres dan wapres Prabowo-Gibran. Bagi Rejo Semut Ireng, keberhasilan Presiden Jokowi harus diteruskan dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045. Tidak ada yang dapat menyangkal keberhasilan pemerintahan Jokowi ini. Dan, tentu keberhasilan demikian harus diteruskan dan menurut Rejo Semut Ireng, yang layak meneruskan keberhasian ini adalah pasangan Capres-Cawapres Prabowo dan Mas Gibran,” kata Ketua KOPI Pusat, Mahrus Ali kepada wartawan di Hotel Majapahit Surabaya, Senin (18/12/2023).
Pengasuh Ponpes Sabilul Muttaqien Pacet ini mengatakan, Prabowo dengan segudang pengalaman dalam segala hal, terutama tentang keamanan negara tidak perlu diragukan. “Karir dalam militer beliau mulai dari bawah dan telah mencapai puncaknya dengan diangkatnya beliau menjadi menteri pertahanan. Tentu hal ini adalah jabatan yang sangat strategis dalam sebuah negara. Keberhasilan beliau dalam menjalankan tugas sebagai menteri pertahanan telah diakui oleh dunia dan tidak berlebihan jika dalam kepemimpinan beliau, Indonesia dijuluki macan asia,” tuturnya.
Dia juga menjelaskan, kemunculan Gibran Rakabuming Raka dalam pentas politik sebagai cawapres yang mendampingi Prabowo adalah sosok yang mewakili anak muda di pentas politik nasional.
“Tentu hal ini menjadi magnet kuat anak-anak muda yang selama ini diidentikkan sebagai apolitis dan acuh terhadap urusan politik. Mas Gibran telah membuktikan bahwa anak muda mampu menjadi pemimpin, sebagaimana kepemimpinan pemuda pada zaman revolusi kemerdekaan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilanya membawa Kota Solo menjadi kota toleransi yang tentu saja hal ini menjadi modal dasar dalam kemajuan Solo. Mas Gibran adalah sosok yang mewakili 60 persen generasi milenial dan gen Z yang akan menentukan pemimpin dalam pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang,” ujarnya.
“Dua pasangan ini juga membawa program dana abadi pesantren sebagai program unggulan dalam pemerintahannnya kelak. Hal ini tentu sangat bagus mengingat bahwa hubungan negara ini dengan pesantren sangat kuat dan sejarah telah mencatat bahwa masyarakat pesantren adalah masyarakat yang juga berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia hingga sekarang,” pungkasnya. (tok/ian)







