Sumenep (beritajatim.com) – Pelatih Perseba Bangkalan, Mohammad Syafi’i mengaku kekalahan timnya atas Perssu Madura City karena kurangnya persiapan.
“Kami memang minim persiapannya. Waktunya pendek. Sedangkan Perssu materinya memang bagus. Ya wajar kalau kami kalah,” ujarnya.
Pada pertandingan leg kedua di Stadion A. Yani Sumenep pada Rabu (13/12/2023), Perseba Bangkalan berhadapan dengan Perssu Madura City. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Perssu.
“Tapi kami masih bersyukur. Dengan kondisi serba terbatas ini, anak-anak masih mampu cetak gol. Ini merupakan hasil yang bagus,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia mengakui bahwa stok pemain di Perseba tidak banyak. Hasil rekrutmen, ada 16 pemain. Meski mengaku minim pemain, namun ia enggan untuk menambah pemain di putaran kedua.
“Banyak yang nawari saya untuk nambah pemain. Tapi saya tidak mau. Karena saya melihat permainan anak-anak sudah bagus. Cukup pesat perkembangannya,” ungkap Syafi’i bangga.
Ia mengatakan tidak memiliki target muluk-muluk untuk Liga 3 Jatim 2023. Yang penting nanti tidak di juru kunci posisinya. Kalau keinginan ya pasti sama. Semua ingin menang. Tapi kami ini kan sadar diri,” tukasnya.
Ia menambahkan, satu hal yang sering diajarkan pada pemain adalah perasaan senang dan gembira setiap kali turun ke lapangan untuk bertanding. “Kalau tidak senang, maka badan ini akan capek, meski tidak lari. Hanya berdiri saja. Sebaliknya kalau senang, maka akan muncul kekuatannya,” ungkapnya. (tem/ian)






