Lamongan (beritajatim.com) – Seorang perempuan janda tertabrak kereta api (KA) saat hendak menyeberang rel perlintasan KA, yang berada di Kecamatan Babat, tepatnya di KM 160+7, jalur hulu (barat ke timur) Lingkar Gilang KA, Kelurahan/Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Selasa (12/12/2023).
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban yang tertabrak KA tersebut yakni Susmiani (58), janda asal Jalan Sunan Giri, Jelurahan/Kecamatan Babat. Korban mengalami luka serius hingga meninggal seketika di lokasi kejadian.
“Iya, petugas piket SPKT menerima laporan kejadian laka KA pada hari Selasa (12/12/2023), sekira pukul 15.00 WIB, di KM 160+7 jalur hulu, kelurahan Babat,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA Anton Krisbiantoro.
Baca Juga: Dosen Unej: Anies Lebih Merdeka, Ganjar Konseptual, Prabowo Bela Jokowi
Mengenai kronologi laka ini, Anton menjelaskan, bermula saat korban hendak menyeberang rel KA dari arah selatan menuju utara, dengan titik lokasi km 160+8/9 petak jalan Babat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpin dari para saksi, korban sempat berhenti setibanya di perlintasan setempat. Pasalnya, kala itu dari arah timur ke barat ada KA 107 Jayabaya yang melintas.
Sialnya, usai KA-107 berlalu, korban bergegas melintasi rel itu. Tanpa disadari, dari arah barat ke timur terdapat KA 2 Argo Anggrek yang meluncur dengan kecepatan tinggi.
Akibatnya, karena jarak KA yang sudah terlalu dekat, korban pun tak bisa menghindari KA dan terjadilah laka. Korban mengalami luka serius dan meninggal dunia di TKP.
Baca Juga: Persepam Berambisi Kembali Kalahkan Persesa Sampang
“Jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Karangkembang Babat. Jalan yang dilalui korban ini bukan perlintasan KA tanpa palang pintu, melainkan jalan trabasan (jalur tikus) yang tidak biasanya dilalui oleh warga,” terang Anton.
Atas kejadian ini, tutur Anton, para petugas yang datang ke lokasi telah mencatat keterangan dari para saksi dan mngamankan barang bukti. Petugas kepolisian juga melengkapi mindik penyelidikan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan menyeberang di jalur yang lebih aman untuk dilintasi. Pastikan dulu kiri-kanan sebelum menyeberang. Semoga kejadian serupa tak terulang lagi,” imbau Anton. [riq/ian]






